Hakim Geram Dengar Pengakuan Chairuman Harahap

foto: istimewa
Iklan
JAKARTA, WOL – Ketua Majelis Hakim perkara korupsi e-KTP, Jhon Hasalan Butar Butar, geram dengan kesaksian eks anggota DPR Chaeruman Harahap karena dinilainya berbelit-belit saat memberikan kesaksian di muka persidangan.

Chaeruman berkelit tak ikut menerima uang hasil korupsi e-KTP. Demikian disampaikan Chairuman saat dihadirkan sebagai saksi untuk dua terdakwa Irman dan Sugihardi. “(Saya) tidak (ikut terima uang e-KTP),” kata Chaeruman menjawab pertanyaan Hakim Halasan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (16/3).

Namun, Hakim Hasalan tidak percaya begitu saja percaya dengan keterangan Politikus Partai Golkar itu. Bahkan, Hakim Halasan mengingatkan Chaeruman dengan sumpah sebelum memberikan keterangan.

“Saya ingatkan ya saudara sudah disumpah. Jadi berikan keterangan yang benar!,” kata Hasalan mengingatkan Chaeruman.

Meski diingatkan Hakim, keterangannya Chaeruman tidak berubah. Mantan anggota Komisi II DPR itu tetap teguh dengan bantahan yang sudah disampaikan. Lantaran hakim meyakini dia ikut menerima sejumlah uang, sebagian dari Berita Acara pemeriksaan (BAP) Chaeruman pun dibacakan oleh Hakim Hasalan.

“Gini-gini, ini jumlah uang yang besar. Pada saat penyidikan, diberikan bukti-bukti surat tulisan tangan yang ditemukan di rumah anda dan disana ada pemberian uang Rp1,25 miliar. Apa benar,” tanya hakim dengan tegas.

iklan

Menanggapi hal ini, Chaeruman pun nampak kebingungan menjawab. Dia malah berkelit bahwa tulisan tangan itu dibuat oleh Rida N Harahap yang juga keponakannya. Dan uang itu diminta untuk diinvestasikan.

Namun, Irman tak membuka dibidang apa duit itu dinvestasikan. “Uang itu memang saya investasikan ada uang saya dan disitu ada lanjutan. Uang pribadi,” ujar dia.

Dalam berkas dakwaan Irman dan Sugiharto nama Chaeruman disebut menerima aliran uang haram e-KTP. Sejumlah USD 584 ribu dan Rp26 miliar. (inilah/ags/data2)

Iklan