Ibu-ibu Nyaris Bentrok Dengan Prajurit TNI

WOL Photo

MEDAN, WOL – Ratusan masyarakat yang bermukim di Desa Simalingkar A dan Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, melakukan penghadangan terhadap tindakan oknum TNI yang terus membuat parit pembatas di eks lahan PTPN 2 Kwala Bekala dengan menggunakan alat berat beko, Senin (6/2).

Pantauan Waspada Online di lapangan, aksi penghadangan yang didominasi kaum ibu itu nyaris bentrok. Sebab, tanah dan tanaman milik warga sebagian rusak digilas alat berat beko.

Bahkan, Kepala Desa (Kades) Simalingkar A, Mulia Ginting didampingi Kades Namo Bintang, Riduan Sinulingga, yang hadir di tengah-tengah massa berulang kali berkomunikasi dengan oknum TNI bermarga Hutabarat agar segera menghentikan kegiatannya dan juga kembali ke kesatuannya. Tapi, pihak aparat bersikap tegas, akan berada di lokasi, kecuali ada perintah atasan.

Mendengar pernyataan itu, massa menyorakinya. Kades Simalingkar A Mulia Ginting berulangkali berharap agar massa tetap tenang, jangan bertindak anarkis. Baik Kepala Desa (Kades) Simalingkar A Mulia Ginting maupun Kades Namo Bintang Riduan Sinulingga mengaku tidak ada surat pemberitahuan dari manapun atas kegiatan pembuatan parit yang dilakukan oleh oknum TNI AD dengan menggunakan alat berat beko.

Tidak berapa lama, satu truk aparat TNI AD dari Zipur datang ke lokasi menambah personil yang ada. Para nande-nandepun masuk ke dalam tenda bergabung dengan aparat TNI.

Advertisement

Menurut Murniati br Sembiring sudah pernah melaporkan kejadian anggota TNI AD yang diduga dari kesatuan Batalyon Zipur dengan perbuatan tidak menyenangkan ke Detesemen Polisi Militer 15 dengan. Nomor LP/81/XII/ 2016 tertanggal 28 Desember 2016, yang diterima oleh Sertu Samudera Pinem. Namun hingga saat ini belum ada ke lokasi.

“Sampai saat ini ini belum ada ke lokasi Polisi Militernya. Padahal, kami berharap aksi pengorekan tersebut segera dihentikan. Sebab tanaman kami rusak digilas alat berat beko dan aparat TNI itu ditarik dari areal itu. “Kami betul-betul resah keberadaan oknum TNI AD itu. Jadi tolong ditarik dari situ biar tenang kembali suasana di situ,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang TNI AD mengungkapkan mereka hanya ditugaskan untuk membuat parit pembatas. Selesai itu. Mereka akan pulang ke satuan mereka. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN