Anggaran Pembuatan RHK 2016 Telan Biaya Rp1 Miliar

foto: okezone.com

MEDAN, WOL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan kembali menggelontorkan biaya yang cukup fantastis hanya untuk mengecat jalan raya dijadikan sebagai Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor.

Di mana pada tahun anggaran 2015 kemarin, dinas terkait menganggarkan Rp900 juta guna membuat 10 titik RHK. Tahun berikutnya (2016) dinas terkait juga menganggar untuk kegiatan serupa sebesar Rp1 miliar.

Melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dishub Kota Medan, Suriono, kala itu menyebutkan program ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya pada setiap persimpangan traffict light, sesuai dengan program nasional.

Dikatakan, RHK ini pada pelaksanaanya  akan memisahkan kendaraan roda dua dengan roda empat. Langkah ini, sebagai upaya untuk memberikan pendidikan bagi pengendara agar tertib berlalu lintas dengan menempatkan sepeda motor pada jalurnya sendiri.

Melihat kondisi ini, Salmon, warga Kota Medan mengaku heran mendengar anggaran yang di gelontorkan dinas terkait untuk pembuatan RHK tersebut. Menurutnya, jika hanya sekedar mengecat atau menggambar simbol pengendara sepeda motor pada aspal dengan bahan khusus agar tidak mudah hilang, tidak harus menelan biaya sampai dengan Rp1 miliar.

Advertisement

“Kan nggak jauh beda dengan pembuatan zebra cross atau marka jalan. Kalau membuat itu, butuh biaya besar karena jalurnya yang cukup panjang dan titik lokasi pembuatannya pun bisa di seluruh persimpangan jalan kota. Nah, kalau RHK ini kan nggak harus sampai kepinggiran kota. Jadi, saya menduga ini proyek akal-akalan dinas terkait. BPK atau KPK harus memeriksa kepala dinasnya. Apa masuk di akal mengecat jalan itu menelan biaya Rp1 miliar,” ungkapnya mempertanyakan, Selasa (7/2).

Warga Medan lainnya, Tanjung, juga menaruh kecurigaan kepada proyek ini. Pasalnya program ini tidak berdampak signifikan pada perubahan prilaku pengendara di jalan raya. “Masih ada kita lihat mobil berhenti di RHK. Sementara pihak Dishub maupun Satlantas Polrestabes Medan tidak ada di persimpangan jalan. Alhasil kendaraan roda dua tetap saja melewati zebra cross untuk mendapatkan posisi paling depan,” ketusnya.

Berikut Waspada Online menjelaskan 10 titik persimpangan yang diterapkan RHK pada tahun 2015. Sementara RHK untuk tahun 2016, Kepala Dinas Perhubungan, Renward Parapat, mengaku tidak hafal titik dan lokasinya:

1. Simpang Jalan Pengeran Diponegoro-Jalan Palang Merah

2. Simpang Jalan Pangeran Diponegoro-Jalan Kejaksaan

3. Simpang Jalan Imam Bonjol-Jalan Palang Merah

4. Simpang Jalan Raden Saleh-Jalan Balai Kota

5. Simpang Jalan Kpt Maulana Lubis-Jalan Pengadilan

6. Simpang Jalan Putri Hijau-Jalan Perintis Kemerdekaan

7. Simpang Jalan Gatot Subroto-Jalan Iskandar Muda

8. Simpang Jalan Brigjend Katamso-Jalan Ir Juanda

9. Simpang Jalan Sudirman-Jalan Pangeran Diponegoro

10. Simpang Jalan Brigjend Katamso-Jalan Masjid Raya
(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN