Pengacara Rampo Akan Laporkan Pendemo ke Polrestabes Medan

Marasamin Ritonga, Penasehat Hukum Ramadhan Pohan.(WOL Photo)

MEDAN, WOL – Sempat terjadi kegaduhan pada sidang lanjutan kasus dugaan penipuan sejumlah Rp15,3 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (24/1).

Dalam kasus tersebut, menyidangkan Ramadhan Pohan sebagai terdakwa, terkait pinjam meminjam uang saat Pemilihan Wali Kota Medan tahun 2015 lalu.

Namun saat sidang sedang berlangsung, seorang pemuda sempat membuat kegaduhan di ruang sidang utama PN Medan, Jalan Pengadilan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Awalnya, pemuda yang diketahui berasal dari LSM Serikat Kerakyataan Indonesia (SAKTI) Sumatera Utara itu membagikan selebaran pernyataan sikap terkait kasus tersebut kepada hakim yang baru masuk ruang sidang. Hal tersebut langsung mendapat protes dari ketiga hakim termasuk Hakim Ketua Djaniko Girsang.

“Mohon dijaga ketertiban pada sidang ini. Jika tidak bisa menjaga ketertiban akan dikeluarkan dari ruang sidang,” seru Djaniko sebelum memulai sidang.

Advertisement

Mendengar hal tersebut, pemuda yang belum diketahui namanya itu sempat mengikuti instruksi dari ketua hakim. Namun, saat menjelang akhir persidangan, pemuda tersebut kembali berulah. Dia berteriak dari bangku depan pengunjung sembari berdiri. Dia membuat kegaduhan dengan mengintimidasi hakim agar menahan Ramadhan Pohan.

“Jangan buat gaduh. Silahkan keluar,” seru Djaniko sembari memerintahkan petugas satpam untuk membawa keluar pemuda tersebut.

Namun, saat didatangi petugas satpam, pemuda tersebut enggan keluar dan memilih bertahan di ruang sidang. Tak lama kemudian, ketua hakim menutup sidang tersebut.

Menanggapi hal itu, Marasamin Ritonga, selaku Penasehat Hukum Ramadhan Pohan, mengatakan sikap pemuda tersebut dikategorikan sebagai penghinaan terhadap lembaga peradilan atau contempt of court.

“Pemuda itu dalam peradilan sudah menganggu persidangan dan melakukan penghinaan terhadap wibawa peradilan,” jelas Marasamin usai persidangan.

Dia juga meminta agar PN Medan memperketat sistem pengamanan saat persidangan berlangsung. Selain itu, Marasamin juga menilai pemuda tersebut sudah menyebar fitnah dengan menebarkan selebaran dan memasang spanduk di jalan.

Menurutnya, LSM SAKTI tersebut selalu melakukan demo saat sidang Ramadhan Pohan digelar. Saat berdemo, LSM tersebut diduga melakukan pencemaran nama baik Ramadhan.

“Kita akan melaporkan pihak tersebut atas dugaan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik ke Polrestabes Medan besok. Dan agar nantinya diketahui siapa aktor intelektual di balik aksi tersebut dan demo sebelumnya,” pungkas Marasamin.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN