Dampak Kenaikan Biaya STNK dan BPKB, Banyak Warga Kekurangan Uang

WOL Photo/Lihavez
Iklan
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Meski menyatakan sudah mendapat informasi terkait kenaikan biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), masih banyak warga belum tahu pasti jumlah kenaikannya. Akibatnya, mereka terpaksa keluar lagi dari Kantor Samsat karena tidak membawa cukup uang.

Royani, warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan, yang sudah mengatre lama, terpaksa keluar lagi dengan hati kecewa karena uang yang dibawa tidak cukup untuk mengurus perpanjangan masa berlaku STNK sepeda motornya.

“Saya tahu sebelumnya akan naik, tapi enggak tahu seberapanya. Saya kira bayarnya Rp120 ribu, ternyata sekitar Rp190 ribu,” ucap Royani saat ditemui di Kantor Samsat Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (6/1/2017).

Besok, Tarif Baru Penerbitan dan Pengurusan STNK-BPKB Diberlakukan

iklan

Hal itu berbeda dengan Usman, warga Tangerang, Banten. Ia mengatakan belum mendapat informasi biaya baru tersebut sehingga terpaksa menunggu uang tambahan dari salah satu temannya untuk biasa melakukan perpanjangan masa berlaku STNK mobilnya.

“Baru tahu (di Samsat) sih naik, makanya ini saya lagi tunggu rekan untuk transfer,” ujar Usman dengan nada kecewa.

Ia mengira biasa perpanjangan STNK mobilnya itu sekira Rp3 juta. Akan tetapi setelah sampai di Samsat, Usman baru tahu perkiraannya itu meleset.

“Saya kira Rp3 jutaan sekian, tapi ternyata hampir Rp4 juta,” imbuh Usman.

Seperti diketahui, pemerintah baru saja menaikkan biaya pengurusan surat-surat kendaraan bermotor. Kenaikan tersebut mulai hari ini, Jumat 6 Januari 2017. Kenaikan biaya pengurusan surat-surat kendaraan bermotor dipicu naiknya bahan material yang ada pada STNK, SIM, BPKB, dan TNKB.

Iklan