Banjir Thailand, 120.000 Keluarga Mengungsi

Istimewa

BANGKOK,WOL – Hujan lebat dan banjir di Thailand selatan telah menewaskan sedikitnya delapan orang, mengganggu penerbangan dan aktivitas wisata pada musim puncak turisme.

Pejabat Thailand menyampaikan informasi tersebut pada Jumat (6/1). Sembilan provinsi di wilayah selatan dilanda hujan lebat selama hampir satu minggu.

Kantor berita Agence France-Presse mengutip Kementerian Dalam Negeri Thailand melaporkan, enam orang tewas dan sekitar 120.000 keluarga juga terkena dampak banjir.

Jaringan televisi Al Jazeera melaporkan, delapan orang tewas. Sekitar 234.000 orang terkena dampaknya. Mereka tersebar di 1.245 kampung di 18 distrik di Thailand selatan.

Banjir membuang jalan-jalan raya menjadi ibarat sungai, menggenangi jalur kereta api, lalu lintas menuju bandara pun terganggu, dan menyebabkan puluhan penerbangan tertunda.

Advertisement

Penerbangan ke Pulau Samui, destinasi wisata paling populer di Thailand selatan pun terhenti.

Foto atau gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan, puluhan kendaraan roda empat hampir saja tergenang banjir lumpur. Beberapa turis asing pun terjebak banjir.

Tuula Fitzpatrick, pemilik penginapan di Samui, mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terburu di pulau tersebut dalam lebih dari satu dekade ini.

“Di penginapan kami penuh sesak oleh para tamu yang mengalami penundaan penerbangan,” kata wanita pemilik penginapan tersebut.

“Saya sudah 12 tahun menetap di sini. Saya belum pernah melihat situasi buruk ini. Sungguh menakutkan. Beberapa staf saya tidak bisa datang untuk bekerja,” ujarnya.

Layanan kereta api juga terganggu di seluruh daratan Thailand karena kereta tak bisa melewati daerah-daerah yang dilanda banjir, kata pemerintah Thailand pada Jumat ini.

“Banjir telah merendam jalur dan di beberapa tempat treknya hanyut terbawa banjir,” kata  Thanongsak Kongprasert, salah satu petinggi jawatan Kereta Api Kerajaan Thailand.

Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha berencana akan mengunjungi Narathiwat, provinisi paling selatan Thailand untuk bertemu para korban dan pejabat lokal.

Di wilayah perbatasan dengan Malaysia utara ada ribuan orang telah berekumpul di pusat-pusat pengungsian dan tak bisa leluasa keluar dari sana.(kompas/data1)