Polrestabes Dalami Kasus Bentrok Mahasiswa UIN Sumut

(WOL Photo/M. Rizki)

MEDAN, WOL –  Polrestabes Medan terus menyelidiki kasus bentrok antara mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Jalan Pasar V, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, pada Senin (21/11) lalu.

“Satreskrim Polrestabes Medan masih memeriksa para saksi yang menjadi korban dalam bentrokan antar mahasiswa UIN Sumut tersebut,” terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, kepada Waspada Online, Jumat (25/11).

Disebutkan, saat ini mahasiswa yang menjadi korban bentrokan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Kondisi di Kampus UIN Sumut sudah kembali kondusif. Walaupun begitu personel dari Sat Sabhara Polrestabes Medan dan Polsek Percut Seituan masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi bentrok susulan,” sebutnya.

Diketahui, bentrok yang terjadi akibat dipicu gara-gara pertandingan futsal pada Sabtu (19/11) lalu. Saat itu, Ketua SEMA -F UIN SU Alamsyah Toyib Hasibuan (22) yang tengah memantau jalannya pertandingan futsal didatangi Bibi (36) selaku Kepala Pusbanglis Sumut (Pusat Pengembangan Bisnis) menyuruhnya untuk menghentikan pertandingan.

Advertisement

Namun, permintaan Bibi ditolak Alamsyah. Mendengar itu, bibi langsung menghajarnya hingga babak belur. Kemudian mahasiswa yang tak terima dengan aksi pemukulan itu melakukan demonstrasi di depan gedung Rektor UIN SU meminta pelaku untuk bertanggungjawab. Ternyata, aksi demo yang dilakukan tidak diterima rekan-rekan Bibi yang diketahui dari Sapma PP UIN SU dengan membuat unjuk rasa tandingan. Karena kedua kubu sudah bertemu tanpa dikomandoi terlibat aksi saling serang hingga beberapa mahasiswa terluka.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN