Nyata Atau Tidak? 4 Fenomena Kesehatan Aneh Ini Terjadi Saat Supermoon

foto: Aaron J. Groen

WOL – Fenomena langka supermoon pada 14-15 November ini memang menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Pasalnya, bulan akan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang. Bukan hanya itu, fenomena langit ini juga disebut berkaitan dengan sejumlah keanehan dalam bidang kesehatan.

1. Mengatur siklus menstruasi
Siklus menstruasi pada wanita usia reproduksi berlangsung sekitar 28 hari. Namun sebuah studi dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica 2011 menemukan fakta menarik terkait siklus menstruasi. Dari 826 wanita berusia 16 sampai 25 tahun, 30 persen diantaranya ternyata menstruasi di sekitar bulan purnama.

2. Lebih banyak kelahiran
Entah kebetulan atau tidak, peneliti pernah melacak 1.000 kelahiran di rumah sakit swasta di Kyoto, Jepang. Padahal, para ibu belum diinduksi. Mereka menemukan banyak bayi lahir ketika bulan lebih dekat dengan bumi. Meski tidak ada hubungan yang jelas, namun peneliti percaya hal ini berkaitan.

3. Mengacaukan siklus tidur
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, para peneliti Swiss menemukan dalam empat hari, sebelum dan sesudah bulan purnama, 33 peserta penelitian 5 menit lebih lama tertidur. Secara keseluruhan, mereka tidur 20 menit lebih lama dan 30 persen di antaranya mengatakan sulit tidur nyenyak.

4. Mempengaruhi hasil operasi
Bagi pasien yang harus menjalani operasi jantung darurat atau disebut diseksi aorta saat bulan purnama, lebih berisiko meninggal dunia dibandingkan dengan pasien yang memiliki operasi yang sama selama dua fase bulan lainnya.

Advertisement

Sebuah studi dalam jurnal Interactive Cardiovascular and Thoracic Surgery pada 2013, menyebutkan pasien yang menjalani operasi selama supermoon atau bulan purnama cenderung tinggal di rumah sakit selama 10 hari, 4 hari lebih pendek dari orang-orang yang menjalani operasi mereka selama siklus lunar lainnya. (liputan6/sari/data2)