Kisah Satpol PP Cantik Bercita-cita Menjadi Bupati

WOL Photo

LUBUKPAKAM, WOL – Aliza Oktaviani Sipahutar, 22 tahun, asal Desa Tanjunganum Kecamatan Pancur Batu bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang sejak Juni 2015.

Bagi dara cantik kelahiran Medan 7 Oktober 1994 ini, pekerjaan adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara serta harus dijalani dengan tulus dan ikhlas. Meski berwajah cantik, hal ini tidak membuat Aliza mengabaikan tugas pokoknya sebagai abdi masyarakat. Karena menjunjung tinggi kedisiplinan dalam satuan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar.

Ketika ditemui saat penertiban rumah yang tidak memiliki izin di Desa Medan Estate baru-baru ini, Aliza tampak bersemangat sembari menebarkan senyuman. Pun begitu, tak sedikit hujatan dan makian dilontarkan sejumlah ibu-ibu yang tidak terima rumahnya digusur oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, TNI, pihak desa, dan kecamatan.

“Inilah risiko dan bagian dari tugas. Saya juga sering disumpahin warga dengan ucapan tidak mengenakkan hati,” kata Aliza.

Seperti diketahui, Satpol PP diidentikkan tidak suka bahkan sering dimaki-maki serta dicaci setiap kali melakukan penertiban. Pengakuan Aliza pertama mendengar sumpahan itu, dirinya agak sok namun tidak merasa sakit hati dengan hujatan masyarakat.

Advertisement

“Saya tidak menyangka ternyata begini kerjaannya. Setelah sering dengar nasihat senior dan berkata bahwa ini tugas dan bagian ibadah kita, maka saya jadi lebih tenang. Ketika warga mencaci dan memaki, saya berusaha selalu ajak komunikasi secara persuasif dan menenangi mereka sekaligus menahan emosi agar tidak terpancing,” akunya.

Awal mulanya, Aliza menjadi Satpol PP Deliserdang ketika ada lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Satpol PP Deliserdang. Pada awal 2015 lalu, anak kedua dari pasangan P Sipahutar dengan Sulasmi ini melamar dan lulus.

Alhamdulillah lulus, orang tua pun menyambut gembira walaupun harus pandai membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, karena saat ini saya masih menyelesaikan studi S1,” ungkap pemilik moto hidup ‘belajar berlatih, dan bekerja’ ini.

Dalam moto itu, Aliza mengatakan sepanjang hidup kita tidak akan berhenti belajar lalu berlatih yang sudah kita pelajari. Karena kalau tidak dilatih, akan salah mengaplikasikannya, sedangkan bekerja untuk hidup karena manusia tidak boleh tinggal diam.

“ Inilah yang menjadi moto dalam hidup saya, terutama pendidikan amatlah penting,” sebut dara yang bercita-cita jadi seorang bupati.

“Saya berkeinginan suatu saat nanti menjadi bupati, karena inilah cita-cita saya,” tutupnya. (wol/aa/wsp/data3)

 

 

Editor: AUSTIN TUMENGKOL