Ical ‘Berkicau’ Karena DPP Golkar Bungkam Soal Ahok

Ilustrasi (foto: ist)

JAKARTA, WOL – Politikus Partai Golkar Fahmi Idris mengaku alasan Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto saat menegur Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie sudah benar. Tapi harusnya Novanto sadar posisi Ical.

“Memang itu betul. tapi harus diingat, ical sebagai senior partai Golkar. Tidak perlu seperti itu,” katanya, Selasa (15/11) malam.

Menurutnya, Ical akhirnya memberanikan diri untuk mengeluarkan pernyataan terkait dinamika politik pasca demo 411 karena DPP Partai Golkar terkesan bungkam. Partai Golkar dinilai memang harus menyikapi persoalan itu.

“Menurt saya ketika Aburizal mengeluarkan pernyataan itu karena melihat Golkar itu tidak ada pernyataan apapun. Itu inisiatif pak Ical. Setelah itu pun beliau bilang setelah ini akan hubungi dan koordinasi dengan Ketum Novanto,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Setya Novanto melayangkan teguran kepada Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie lewat surat DPP Golkar dengan nomor B-34/Golkar/XI/2016 tertanggal 9 November 2016.

Advertisement

Dalam surat tersebut, Novanto mempermasalahkan pernyataan pers Aburizal dan jajaran Dewan Pembina Partai Golkar pada 8 November 2016 silam terkait aksi unjuk rasa pada 4 November.

Kala itu Ical meminta agar proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pernyataan pers yang disampaikan melalui Siaran Langsung TV One dan disiarkan ulang oleh berbagai media elektronik tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan oleh Dewan Pembina DPP Partai Golkar,” demikian bunyi petikan surat tersebut.

Di samping bertentangan dengan Anggaran Dasar Pasal 25 dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21, sikap Aburizal itu juga dianggap bisa mengganggu keharmonisan antara DPP Partai Golkar dan Dewan Pembina DPP Partai Golkar yang selama ini sudah berjalan dengan baik. (ags/inilah/data2)