241.849 Warga Aceh Terancam

Ilustrasi

BANDA ACEH, WOL – Sekira 241.849 warga Aceh yang sudah terdata dalam daftar pemilih sementara (DPS) terancam kehilangan hak suara pada Pilkada 2017. Pasalnya, mereka belum memiliki e-KTP sebagai syarat untuk bisa memilih.

Namun Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi mengatakan,warga yang belum memiliki E-KTP tetap bisa memilih dengan mengurus surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh sebelum penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

“Boleh secara personal dan kolektif untuk setiap desa,” katanya usai rapat pleno penetapan DPS di Banda Aceh baru-baru ini.

Berdasarkan data diumumkan KIP Aceh, dari 241.849 jiwa yang memiliki KTP elektronik terbagi 122.979 laki-laki dan 118.870 perempuan. Mereka tersebar di 21 kabupaten/kota. Hanya Aceh Utara dan Siemeulue yang pemilihnya sudah memilik KTP elektronik secara keseluruhan.

Ketua Divisi Hukum KIP Aceh, Junaidi, mengatakan, berdasarkan peraturan, masyarakat akan kehilangan hak pilih jika belum memiliki E-KTP dan surat keterangan dari Disdukcapil sebelum penetapan DPT, 7 Desember mendatang. Namun peraturan itu akan berbeda jika nantinya ada kebijakan baru dikeluarkan Panwaslih Aceh untuk menjamin hak pilih warga.

Advertisement

“Sebelum penetapan DPT harus sudah ada, tapi data itu akan di kroscek kembali,” katanya.

Sebelumnya KIP Aceh telah menetapkan 3.476.424 pemilih yang terbagi dari 1.709.211 pemilih laki-laki dan 1767.213 pemilih perempuan. Pemilih tersebar di 9.581 TPS, 6.477 gampongdan 289 kecamatan di 23 kab/kota. Penetapan DPS turut dihadiri KIP kabupaten/kota, Panwaslih Aceh, pihak keamanan dan para tim sukses dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh.(wol/aa/wsp/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL