Waspadai Keberadaan WN Asing

WOL Photo/ chairul sya'ban
Iklan

KUALASIMPANG, WOL – Kantor Imigrasi kelas II A Kota Langsa, Provinsi Aceh menggelar rapat Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) di aula salah satu hotel yang ada di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (07/10).

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri Kepala Divisi Imigrasi Provinsi, Ahmad Samadan IP, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Langsa, Kemas Apriandi SH, Kasi Wasdakim Imigrasi Langsa, Kodim 0104/Aceh Timur, Polres setempat, BNN, Kesbangpol, Bea dan Cukai, Muspika setempat dan sejumlah pejabat tinggi setempat lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Langsa, Kemas Apriandi SH, mengatakan bahwa rapat yang digelar dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, pengawasan keimigrasian yang meliputi terhadap warga Negara Indonesia dan pengawasan terhadap warga negara asing.

Sementara Kepala Divisi Imigrasi Provinsi Aceh, Ahmad Samadan IP, mengatakan keberadaan warga asing di wilayah Indonesia khususnya untuk Aceh harus diwaspadai. Maka dengan dibentuknya rapat PORA ini, diharapkan tim PORA menjadi wadah dan memiliki tugas jua fungsinya untuk mengawasi warga negara asing.

“Kita harus mewaspadai warga negara asing yang ada di Indonesia, semoga Tim PORA ini menjadi wadah dan memiliki tugas  juga fungsi untuk mengawasi bersama terhadap orang asing dan kegiatannya. Semestinya kegiatan semacam ini harus dilaksanakan di awal tahun,” jelasnya.

iklan

Kewajiban warga asing yang ada di Indonesia, Ahmad kembali menjelaskan, yaitu memberikan segala keterangan yang diperlukan mengenai identitas diri dan keluarganya. Serta harus melaporkan setiap perubahan status sipil, kewarganegaraan, pekerjaan, penjamin atau perubahan alamat ke kantor Imigrasi terdekat.

“Kewajiban melaporkan orang asing yaitu setiap orang yang memberikan kesempatan penginapan dapat diminta keterangan mengenai data orang asing tersebut. Untuk itu, dengan adanya Tim PORA ini diharapkan dapat menjadi benteng sinergitas intelijen keimigrasian di tingkat pusat, provinsi, kab/kota, kecamatan hingga desa,” tutupnya.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan