Satu Napi Kabur Sebelum Bom Lapas Meledak

WOL Photo
Iklan

LHOKSEUMAWE, WOL – Sebelum bom meledak di tembok penjara Lapas Kelas IIA Kota Lhokseumawe, ternyata satu napi berhasil kabur saat dibawa bergotong royong di luar penjara. Demikian dikatakan Ketua Tim Pengamat Lapas (TPLP) Aceh, Said Azhar, baru-baru ini.

Di sela-sela kegiatan Kakanwil Aceh memeriksa Lapas Kota Lhokseumawe, Said mengatakan satu napi yang berhasil kabur di bawah pengawalan petugas itu adalah M Yusuf alias Teuku Suf, warga Desa Kuta Batee, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Dia kabur Sabtu (22/10), sedangkan ledakan terjadi Minggu (23/10).

Yusuf merupakan napi kasus narkoba jenis ganja yang mendapat vonis enam tahun penjara dan telah menjalani tiga tahun, sehingga diberi kepercayaan petugas menjadi suruhan.

Kaburnya napi itu saat dibawa ikut bergotong royong bersama 14 napi lainnya, membangun salah satu pondok pesantren di kawasan Peunteut, Kecamatan Blang Mangat.

Akan tetapi, Said menilai kasus itu berbeda dengan kaburnya napi bos narkoba Zulfikar, minggu lalu, yang dikeluarkan begitu saja oleh KPLP Zulkifli tanpa surat izin. Kakanwil Aceh melalui Plh Kadiv PAS Aceh, Meurah Budiman, membenarkan napi kabur sebelum bom meledak di Lapas Kelas II A Kota Lhokseumawe.

iklan

“Sampai saat ini masih dilakukan pencarian. Kasus ini juga sedang dalam pemeriksaan tim utusan Kakanwil Aceh. Petugas dan pejabat yang terlibat akan diproses,” kata dia.

Humas Ditjen PAS Pusat, Akbar Hadi, mengatakan telah mengutus Tim Satgas dari pusat meninjau perkembangan Lapas Kota Lhokseumawe pasca-ledakan bom. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, mengatakan bom diduga dirakit dari dalam Lapas, tetapi masih membutuhkan penyelidikan agar kasus tersebut terungkap.

“Sebelum peristiwa terjadi, para napi di Lapas sempat melihat tersangka Fauzi membawa plastik putih dan rantang, namun tidak tahu isinya. Selang beberapa menit kemudian terjadi ledakan,” ujar Kapolres.

“Sampai saat ini kami sudah memeriksa sembilan saksi, mulai narapidana dan petugas Lapas. Berdasarkan pengakuan para saksi, tersangka sering mendapatkan kiriman dari luar dan menyimpan dalam lemarinya,” katanya.(wol/aa/wsp/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan