Santri Aceh Tenggara Rayakan Hari Santri Nasional ke-II

WOL Photo

BANDA ACEH, WOL – Ratusan santriwan dan santriwati dari sejumlah Pondok Pesantren di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara ikuti pawai dalam merayakan Hari Santri Nasional ke-II yang mengusung tema “Melalui Hari Santri Nasional, Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan di Aceh Tenggara,” Sabtu (22/10).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Jenderal Ahmad Yani Kota Kutacane ini dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Islam yang juga Ketua Himpunan Pimpinan Pondok Pesantren Aceh Tenggara (HIPPAT), Tgk Basari Salita. Kemudian para Pimpinan Pondok Pesantren se Aceh Tenggara, dan para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Tgk Basari Salita menyampaikan, bahwa perjuangan untuk pendidikan anak-anak ke depan belum selesai. Oleh sebab itu diminta untuk jangan malas belajar dan tetap tingkatkan kualitas dalam pendidikan serta berjuang menjadi santri yang baik dan berguna untuk bangsa dan negara.

“Saya tekankan kepada para Pimpinan Pondok Pesantren/Dayah dan para Guru Santri se Aceh Tenggara agar meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. Para santri juga harus mampu menguasai ilmu di bidang tekhnologi agar kita jangan sampai ketinggalan dengan perkembangan zaman yang sudah modern ini,” ucapnya.

Ketua Panitia, Ustadz Roni Pati, sangat berterimakasih kepada para dewan guru dalam hal ini khususnya kepada para ustadz, tgk, maupun ustadzah yang telah mendukung terlaksananya acara tersebut dan kerjasamanya yang baik.

Advertisement

“Selama ini kegiatan untuk para santri khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara ini sangat terbatas, maka dari itu saya akan mengajukan permohonan program kegiatan santri ke Pemda Aceh Tenggara agar kiranya dapat mendukung kegiatan santri yang ada di kabupaten kita ini,” urainya.

Sementara itu Ustadz Marwan yang memimpin doa penutup acara, menyebutkan, bahwa untuk para santri perlu diketahui yang mana Hari Santri ini pernah ditetapkan dan ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada Tahun 2015, kemudian Hari Santri Nasional ditetapkan pada setiap tanggal 22 Oktober.

“Hari Raya Santri ini dilaksanakan karena pemerintah saat ini telah menyadari perjuangan para santri dalam memperjuangkan Kemerdekaan RI dan perjuangan kita ini tidak akan pernah selesai,” terangnya.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN