Polisi Ringkus 5 Kawanan Bajing Loncat

Foto: Ilustrasi
Iklan

SERGAI, WOL – Personil Satreskrim Polres Serdang Bedagai berhasil meringkus komplotan bajing loncat yang kerap beraksi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).

Informasi yang diperoleh Waspada Online di lapangan, Rabu (12/10) dalam penangkapan kawanan perampok, polisi berhasil meringkus lima tersangka di dua lokasi berbeda. Adapun kelima tersangka, yakni berinisial JS alias J, AA, TS, R dan AS yang merupakan sebagai otak pelaku sekaligus penadah barang curian.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Eko Suprihanto, mengatakan penangkapan terhadap para tersangka berawal dari informasi masyarakat sekira pukul 05.00 Wib dinihari, yang mengatakan bahwa ada korban bajing loncat, seorang pengemudi truk bernama Suriono warga Dusun II, Desa Durian, Kecamatan Sei Bamban.

Mendapati laporan anggota Unit Reskrim Polsek Firdaus Polres Serdang Bedagai yang sedang melaksanakan patroli, bergegas mendatangi korban yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU.

Lalu, korban menceritakan bahwa dirinya baru mengetahui truknya dicuri saat mengisi bahan bakar, setelah melihat kain terpal penutup truknya robek dan saat dicek ada 5 karung beras yang hilang. Setelah mengetahui jenis barang-barang yang hilang maka petugas pun bergegas melakukan penyelidikan dan tak lama kemudian berhasil menangkap empat orang pelaku yang tengah bersembunyi di kamar mandi di rumah JS di Dsn V Pringgan, Desa Pon, Kec Sei Bamban Kab Serdang Bedagai.

iklan

“Dari tangan keempat pelaku ini diperoleh 5 buah beras karung pulut putih yang identik dengan barang milik korban yang hilang. Selain itu ditemukan 2 buah dispenser dan 2 sepeda motor Mio di rumah J tersebut. Adapun kedua sepeda motor tersebut adalah merupakan sarana pelaku saat melakukan aksinya,” jelasnya saat memaparkan tangkapan kepada awak media.

Eko menyebutkan, penangkapan terhadap keempat tersangka tidak sampai di situ, polisi pun kemudian melakukan pegembangan kasusnya dan bergerak ke Kota Tebingtinggi dan ditangkaplah As yang merupakan otak pelaku dan juga berperan sebagai penadah.

Dari rumah As diamankan beberapa barang hasil kejahatan berupa kain sprei 5 bal, rokok 100 bal, ban truk 5 buah, dua tabung racun api, dan berbagai onderdil mobil yang masih dalam kemasan.

Dalam aksinya, modus pencurian bajing loncat ini terbilang berani, yaitu para pelaku dengan menggunakan sepeda motor berboncengan mulai membuntuti kendaraan truk yang akan dijadikan target, lalu pada tempat yang ditentukan, pengendara di depan mulai melakukan aksi dengan berdiri di atas stang sepeda motor sedangkan kemudi diambil alih oleh pembonceng di belakang.

Dengan menggunakan silet atau cutter pengendara sepeda motor yang berdiri tadi mulai menyobek kain terpal penutup truk dan mulai mengambil barang-barang yang ada di truk.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 3e jo 4e KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, sedangkan tersangka As kita tambahkan Pasal 480 KUHPidana sebagai penerima hasil curian,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan