Gubsu: Ponpes Potensial Lahirkan Lulusan Berdaya Saing

WOL Photo
Iklan

DELISERDANG, WOL – Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi, mengatakan pondok pesantren potensial menghasilkan lulusan yang mampu bersaing menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal itu diungkapkan Gubsu saat menghadiri Silahturahim bersama pimpinan pondok pesantren se Sumatera Utara dan Keluarga Besar Pensantren Darularafah Raya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darularafah Raya di Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Rabu (19/10).

Acara silahturahim tersebut  dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2016 dan pelepasan duta Sumut untuk liga santri Nusantara 2016 di Jogjakarta pada 24 Oktober 2016.

Hadir Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Kanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, Ketua PW NU Afifuddin Lubis, Ketua DPW PKB, Ketua BKPMRI Sumutl Iqbal Parinduri, Pendiri Pesantren Darularafah Raya H Amrullah Naga Lubis, Pimpinan Ponpes Najamudin, Pimpinan Ponpes Al Muhsin Ust Amir Panatagama, Pimpinan POnpes Mawaridusalam Said Markum, Pimpinan Ponpes Fazrul Iman DR Saifudin Lubis, Pimpinan Ponpes TAruna Al Qolam Hari Handoko, Pimpinan Ponpes Sawit Rejo Gunawan, Pimpinan Ponpes Muhammad Saman Sa’adi Ali, Pimpinan Ponpes Yatim Anur Salim, Didik Gubawan dan Pimpinan Ponpes Sabilul Mukminim, Sahil.

Di hadapan 2.800 santri dan dyah (santri perempuan) Gubsu meminta para pimpinan Ponpes, Ustad dan ustazah pembimbing, serta santri dan dyah dapat meningatkan peran masing-masing dalam kehidupan beragama dan berkebangsaan. Gubsu yakin para lulusan pesantren kelak menjadi calon pemimpin masa depan menggantikan generasi hari ini.

“Apalagi menghadapi era perdagangan persaingan MEA yang sangat keraas, saya yakin para santri mampu bersaing, karena di Ponpes selalu diajarkan dan dibiasakan menggunakan berbagai bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Arab. Ini modal utama untuk terjun ke persaingan global,” ujar Gubsu.

iklan

Dikatakan, saat ini persaingan bukan saja antar sesama provinsi di Indonesia, namun  persaingan dengan negara lain di Asean seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Salah satu yang menjadi penentu keberhasilan adalah penguasaan bahasa asing. Menurutnya pesantren miliki keunggulan untuk mampu menghasilkan lulusan yang disiplin dan memiliki daya saing. Karena selain ilmu pengetahuan agama, di pesantren diajarkan ilmu pengetahuan umum dan penerapan berbagai bahasa asing.

Menurut Gubsu, pemerintah ke depannya akan memberi perhatian untuk pengembangan pesantren. “Pemerintah provinsi bersama kabupaten bisa memberi perhatian dan bantuan kepada pondok-pondok pesantren yang ada. Saya sudah minta bagian Kesos untuk diskusi dengan badan silahturahmi pesantren tentang program pengembangan yang bisa dilaksanakan pada tahun 2017,” katanya.

Saat ini jumlah pesantren yang terdata di Sumut berkisar  240 ponpes dengan jumlah puluhan ribu santri.

Sementara itu, Ketua PW Nu Afifuddin Lubis, berkesempatan memberi motivasi kepada para santri untuk rajin menuntut ilmu dan berdoa. Dia mencontohkan Gubernur Erry Nuradi yang merupakan sosok pekerja keras.

“Bisa diambil sebagai contoh, Pak Gubernur Erry adalah sosok pekerja keras dan rajin menuntut ilmu, rajin berdoa, dan berkat doalah Ia  bisa menjadi pemimpin Sumatera Utara,” kata Afifuddin.

Dia meminta para santri dan dyah bersungguh-sungguh menjalani pembelajaran di Ponpes. “Manjadda wajjada. Tanamkan niat, kalian adalah pelajar hari ini, namun pemimpin di esok hari,” katanya. Hari Santri 22 Oktober adalah bentuk baku bahwa santri punya andil besar untuk kemerdekaan bangsa. “Santri bukan penonton, tapi berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.(wol/rdn/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan