Gajah Liar Kembali Menyapa Desa Cot Girek

WOL Photo/chairul sya'ban
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Puluhan gajah liar kembali merusak areal perkebunan warga di Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di Dusun Alue Buloh Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek dan Pulo Meuria Kecamatan Geureudong Pase. Sasaran yang dirusak gajah diantaranya tanaman pisang, sawit, jagung, dan pinang.

Informasi yang diperoleh Waspada Online, dua malam lalu puluhan satwa liar yang dilindungi ini mulai memasuki areal perkebunan warga, namun berhasil dihalau setelah sempat merusak tanaman jagung. Warga juga melihat, diantara puluhan gajah itu terdapat beberapa gajah yang ukurannya masih kecil.

“Jumlahnya banyak, lebih dua puluh ekor. Gajah-gajah ini memang kerap memasuki areal perkebunan kami dan merusak tanaman. Bahkan kami melihat ada yang masih kecil gajahnya, dan entah kenapa belakangan ini gajah liar jumlahnya cukup banyak dan rutin masuki pemukiman,” ujar Muliadi (38), salah seorang petani yang ditemui Waspada Online, Kamis (13/10).

Hal yang sama diakui Suwilto (45), kebun yang ia jaga juga diamuk gajah. Gajah-gajah ini menurut dia pecah menjadi dua kelompok yang masing-masing jumlahnya mencapai puluhan. Ia bersama petani lainnya sangat berharap ada suatu upaya pencegahan gajah liar oleh pihak terkait.

“Gajah liar ini adalah satwa yang dilindungi, dan kami juga tau bahwa tidak boleh melukai sedikitpun gajah itu. Karena selain diancam pidana jika salah satu gajah itu terluka maka dia bisa membalas dendam dan mencari kemanapun orang yang melukainya. Untuk itu kami harap ada upaya pencegahan dari pemerintah terkait,” harapnya.

iklan

Sementara di Pulo Meuria Kecamatan Geureudong Pase, sekitar 37 gajah liar masih bertahan di kawasan itu sejak tiga bulan yang lalu. Sasaran yang diamuk gajah salah satunya perkebunan sawit hal ini terbukti dengan adanya beberapa puing-puing tanaman yang rusak dan meninggalkan jejak serta kotoran.

“Ada sekitar 37 ekor gajah liar yang masih bertahan di kawasan Pulo Meuria sebagaimana mengutip keterangan dilapangan. Dari penelitian yang kami lakukan, ada beberapa tanaman sawit yang dirusak, dan meninggalkan kotoran,” ujar Asisten Penelitian Habitat Gajah Liar, Akmal Qurazi.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan