Bayar Rp1,8 Juta, Pengikut Kanjeng Taat Diberi Minyak Wangi & Jimat

Iklan
agregasi
agregasi

 

SURABAYA – Banyak warga yang terperdaya aksi tipu muslihat yang dilancarkan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi, mulai dari puluhan juta rupiah hingga ratusan miliar rupiah.

Untuk meyakinkan para korbannya, Taat Pribadi mempunyai trik khusus. Modus yang dilancarkan Taat Pribadi terhadap para korban terlebih dulu mengharuskan membayar mahar senilai Rp1,8 juta terhadap pengikutnya.

Kemudian, mereka diberi satu botol kecil yang berisi minyak wangi, satu lembar jimat berupa kertas putih bertulis arab, dan satu lembar uang Rp10 ribu. Lalu, barang-barang tersebut dimasukkan dalam kotak kayu yang disebut ATM dapur.

“Kata Taat nanti akan mengeluarkan uang sebanyak Rp5 juta perhari,” terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, pada wartawan saat press release di mapolda Jatim, Senin (24/10/2016).

iklan

Menurut Argo, selanjutnya tersangka Taat melakukan aksinya dengan mengeluarkan uang pecahan Rp50 ribu, Rp100 ribu, uang dollar amerika dan perhiasan dari belakang badannya. Taat mengatakan pada almarhumah Hj Najmiah, bahwa uang mahar yang telah diserahkan akan bertambah banyak.

“Tim penyidik akhirnya menyita sejumlah barang bukti diantaranya gamis berwarna hitam, 4 blangkon raja, 2 songkok warna putih, lima buah mesin pencetak uang, tiga bendera, tongkat, pedang, uang Rp 65 juta dan HP,” ujar Argo.

Serta menyita mobil kijang innova warna putih nopol N 1899 FR, pajero sport nopol W 1417 NV, Honda accord nopol N 1520 NR, Honda mobilio N 826 NQ, panther, Toyota Agya nopol Z 2054 WP, Nissan Murano nopol DK 1071 KN dan Harly Davidson.

“Tersangka Taat Pribadi akan dijerat dengan pasal 378 KUHP, dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 3,4 dan 5 UU RI nomor 08 tahun 2010 tentang TPPU dan atau pasal 36 UU RI nomor 7 tahun 2011,” tandasnya.

Seperti diketahui, putra almarhumah Najmiah melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan Taat Pribadi terhadap ibunya dengan modus penggandaan uang ke Polda Jatim. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Iklan