17 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor

foto: waspada
Iklan

ACEH UTARA, WOL – Sejak sepekan ini, cuaca ekstrim melanda Provinsi Aceh dengan tingginya curah hujan disertai angin kencang, sehingga masyarakat diminta waspada. Dari 27 kecamatan di Aceh Utara, 17 di antaranya rawan banjir dan longsor.

Sementara itu, enam dari 17 kecamatan berisiko tinggi terjadinya bencana. Keenam kecamatan dimaksud meliputi Matangkuli, Pirak Timu, Paya Bakong, Langkahan, Lhoksukon, Cot Girek, dan Sawang.

“Khusus untuk Kecamatan Sawang rawan dengan bencana angin kencang dan tanah longsor. Karena itu SAR dan BPBD selalu berkoordinasi dengan BMKG, termasuk dengan Basarnas memantau kondisi cuaca. Kita selalu mengingatkan masyarakat di 17 kecamatan rawan bencana selalu waspada,” kata Sekretaris SAR Aceh Utara, Hasbullah Ali, Kamis (20/10).

Karena sudah menjadi langganan banjir, longsor dan angin kencang, pihak SAR dan BPBD telah mendidik relawan dari masyarakat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di desa atau kecamatan tempat mereka berdomisili.

Para relawan berkewajiban menyampaikan kondisi yang terjadi di tempat mereka tinggal, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan. Hasbullah juga mengingatkan para nelayan Aceh, khususnya Aceh Utara tetap waspada, karena ketinggian gelombang mencapai tiga meter disertai angin kencang.

iklan

Di Aceh Singkil, banjir terjadi di Desa Rantau Gedang dan Teluk Rumbia. Di lokasi lainnya, yakni tiga Desa Tran daerah aliran sungai (DAS) meliputi Desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun, genangan air telah memasuki halaman rumah panggung.

“Kemarin halaman rumah masih kering, tapi sekarang air sudah mulai naik sekira 10 sampai 15 centimeter,” kata Misbah, warga Siti Ambia.

Warga Teluk Rumbia, Zulkarnain, menyebutkan kondisi dua desa itu masih terisolasi karena jalan memasuki kawasan masih tergenang air sekira satu meter. Tetapi di kawasan pemukiman penduduk air berangsur surut dan aktivitas masyarakat mulai normal,” kata dia.

Di beberapa titik menuju Rantau Gedang dan Teluk Rumbia air masih tinggi, ada sekira setinggi perut. Pantauan di beberapa desa lainnya, seperti Pea Bumbung, Ujung Bawang air masih mencapai ketinggian 30 cm.

Petani di tiga kecamatan Kabupaten Nagan Raya pun gagal panen akibat banjir di wilayah Seunagan, Seunagan Timur, dan Suka Makmue. Kepala Dinas Pertanian dan LKHK Nagan Raya, Ali Basyah, mengatakan semua lahan sawah petani di tiga kecamatan sudah didata dan akan dilakukan penanaman kembali.(wol/aa/wsp/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan