Warga Paya Bakong Konsumsi Air Keruh

foto: Waspada
Iklan

ACEH UTARA, WOL – Warga pedalaman Aceh Utara yang menetap di sekitar kawasan penambangan galian C Kecamatan Paya Bakong mengonsumsi air keruh. Sumber air minum warga di Sungai Keureuto berlumpur akibat pengambilan batu sungai menggunakan alat berat.

Warga kawasan pinggiran Sungai Keureuto, pedalaman Paya Bakong, masih mengonsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Anak-anak mengangkut air sungai dengan menggunakan jerigen, sementara para ibu rumah tangga mencuci pakaian menggunakan air dari sumber yang sama.

“Kalau siang hari, air sungai keruh,” jelas Salamah, 32 tahun, warga Dusun Panti Kiro, Desa Meunasah Pante, Kecamatan Paya Bakong, Rabu (31/8) kemarin.

Selain warga Pante Kiro, warga kawasan desa lain sepanjang pinggiran sungai juga menggunakan air keruh. Seperti di Desa Flupakam (Meurah Mulia). Menurut mereka, pada siang hari air sungai keruh sehingga terpaksa menunggu malam hari.

“Bila malam hari tidak sempat ambil air, warga terpaksa minum air keruh,” kata Hasanuddin, 38 tahun dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

iklan

Menurut Hasanuddin, pemerintah daerah harus menertibkan penambangan galian C di sekitar sumber air minum warga dan tidak mengeluarkan izin sembarangan sebelum turun ke lokasi.

“Jangan sampai masyarakat menderita karena izin penambangan dari pemerintah. Jika pemerintah terpaksa mengeluarkan izin, seharusnya mencari solusi sumber air bersih kepada warga setempat seperti membangun sumur bor.(wol/aa/waspada/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan