Tim Gabungan Selidiki Kasus Terbakarnya Hutan Sumut

Ilustrasi (dok. WOL Photo)

MEDAN, WOL – Ribuan hektar hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Utara terbakar selama tahun 2016 ini. Bahkan seorang pria sudah dilaporkan ke polisi karena diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan.

Selain menyelidiki kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tim Gabungan dari Polri, TNI dan pemerintah daerah setempat juga melakukan langkah preventif dengan melakukan penjagaan di lokasi rawan kebakaran dan sosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan ke masyarakat.

Sejak tanggal 6 September 2016, Tim Pencegahan Karhutla sudah bertugas di lokasi rawan kebakaran yakni di Kabupaten Karo, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Mandailing Natal dan Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

“Polda Sumut juga memantau kegiatan tim yang ada di daerah dalam rangka antisipasi kebakaran hutan dan lahan di daerah masing-masing. Tim juga telah melakukan kegiatannya dan membuat laporan dengan baik dan sinergi,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, kepada wartawan, Jumat (16/9).

Tim Pencegahan Karhutla Porvinsi Sumut juga mendorong pembentukan posko Karhutla pada masing-masing daerah. Seperti pada hari Senin tanggal 5 September 2016, Tim Karhutla Tapanuli Selatan bersama Polres Tapsel melakukan pelaksanaan sosialisasi dan pencegahan serta pembentukan posko Karhutla di lokasi rawan kebakaran hutan.

Advertisement

Tim juga memberikan imbauan agar tidak terlibat kasus Karhutla karena dapat diancam dengan hukum pidana maupun perdata. Imbauan juga diberikan kepada masyarakat  agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang sifatnya mengadu domba antar umat beragama.

Sedangkan Polres Tapanuli Selatan telah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Pelaku kasus Karhutla bernama Chalik Nasution yang diduga melakukan pembakaran hutan sesuai dengan LP/ 272 /IX /2016/SU/TAPSEL/RESKRIM, tanggal 04 September 2016.

“Saat ini penyidik masih melengkapi  administrasi penyidikan dan tetap melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan,” tukas Kombes Rina.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN