Poldasu Rekonstruksi Kematian Andi Pangaribuan

Polda Sumut gelar rekonstruksi pembunuhan Andi Pangaribuan.(WOL Photo)
Iklan

MEDAN, WOL – Penyidik Opsnal Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus penganiayaan, yang diperankan langsung kedua tersangka terduga pelaku oknum Polres Tobasa inisial LCP dan MP di Mapoldasu, Rabu (7/9).

Dalam 18 adegan pada rekonstruksi itu, kedua tersangka memperagakan sejumlah tindakan terhadap korban Andi Pangaribuan yang diperankan staf Poldasu Bania Teguh Ginting didampingi penyidik Aiptu RD Manullang.

Direktur Ditreskrimum Poldasu, Kombes Pol Nur Fallah, melalui Kanit Opsnal Kompol Anggoro Wicaksono, mengatakan, pelaksanaan rekonstruksi itu berjalan dengan aman dan terkendali. Selain diperankan kedua tersangka, rekonstruksi itu juga dihadiri saksi yang didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut dan tim kuasa hukum korban, Bernad Simaremare.

Ketua DPD Pospera Sumut, Liston Hutajulu, berkomitmen akan tetap mengawal kasus ini hingga tahap akhir yakni sampai pengadilan memutus perkara tersebut. Dia juga berharap penyidik tidak tebang pilih dalam mengawal kasus hukum.

“Kalau masyarakat kecil yang jadi tersangka, langsung ditahan sedangkan penegak hukum yang sudah menghilangkan nyawa tak kunjung ditahan,” tegasnya.

iklan

Pihaknya juga berharap pihak penyidik Polda Sumut untuk melengkapi berkas kedua tersangka agar dapat dilimpahkan ke kejaksaan. Pospera juga berharap kedua tersangka ditahan semua warga negara sama di mata hukum.

Namun Liston menyayangkan rekonstruksi hanya berjalan sesuai dengan kesaksian tersangka, inisial LCP. Sedangkan kesaksian inisial CS tidak diperagakan dengan alasan kesaksiannya akan diperdengarkan di persidangan.

Kuasa hukum korban, Bernad Simaremare mengatakan akan tetap mengawal kasus ini hingga ke persidangan putusan. Untuk menuntaskan kasus kematian Andi Pangaribuan, pihaknya bersama Pospera juga telah menyurati Komnas HAM, Kapolri, Kejaksaan Republik Indonesia, DPR-RI komisi III dan Kompolnas.

“Kami berharap instansi yang sudah kami Surati untuk turut serta mendorong proses Hukum yang berlaku sebagai mana mestinya,” tutupnya.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan