Pemerintah Aceh Tingkatkan Produksi Gabah

WOL Photo/chairul sya’ban
Iklan

BIREUEN, WOL – Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pertanian meningkatkan produksi gabah dengan cara menjaga dan memelihara agar mencapai hasil yang sesuai dengan harapan. Hal itu disampaikan Kabid Perlindungan Tanaman dan Pangan Provinsi Aceh, Ir. Fauzi, Selasa (06/9).

“Dalam langkah ini juga untuk mengupayakan pengendalian dengan cara harus dilakukan karena untuk mencegah permasalahan hama dan penyakit,” ujarnya dalam acara panen perdana Penerapan Penanggulangan Hama Terpadu (PPHT) di Desa Namploh Papeun, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

System pengendalian di Indonesia, sambung Fauzi, prinsipnya berpedoman pada konsep PPHT. Tindakan PPHT juga selalu berkisar pada empat prinsip dasar yakni budidaya tanaman sehat, pelestarian dan pemberdayaan musuh alami, pengamatan secara berkala dan keseimbangan tentang pengelolaan hama dan penyakit, serta petani menjadi ahli PPHT dalam pengendalian ekologi di lahannya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Direktur Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian RI, menyebutkan menghindari kendala tentang peningkatan produksi karena adanya perubahan iklim yang dapat menyebabkan peningkatan serangan OPT, banjir dan kekeringan.

Kemudian membuat alih fungsi lahan dan fragmentasi lahan serta adanya stagnasi penerapan tekhnologi, sehingga mengakibatkan menurunnya hasil pasca panen.

iklan

“Pada kegiatan PPHT diharapkan dapat terus diberdayakan sebagai tani penggerak dan pemandu petani pengamat OPT dan petani penggerak. PPHT sebagai cikal bakal tumbuh kembangnya kecamatan PPHT,” jelasnya yang diwakili Kasubdit Penanggulangan Dampak Perubahan Iklim, Ir Gatot Ari Putranto MM.

Bupati Bireuen yang diwakili Asisten II, Ir. Raden Rusmadi menyambut baik hal tersebut. Dalam arahannya, ia sangat berharap Kabupaten Bireuen dapat menjadi sebagai daerah lumbung padi yang ada di Provinsi Aceh.

“Dengan adanya potensi wilayah yang strategis, Pemkab Bireuen agar memproduksi padi tetap mencapai dengan sesuai target. Program pencanangan penanggulangan hama dan penyakit serta petani organic tetap harus dioptimalkan,” harapnya.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan