KNPI Kawal Masyarakat Desak Pemerintah Perbaiki Jalan

Jalan Lintasan Lhoksukon -Cot Girek rusak. (WOL Photo/Chairul Sya'ban).
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Masyarakat Kecamatan Lhoksukon dan Cot Girek desak Pemerintah Provinsi Aceh memperbaiki jalan lintas Lhoksukon-Cot Girek yang kini kondisinya semakin memprihatinkan. Mewakili masyarakat, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cot Girek dan Lhoksukon turut mengawal.

Ketua KNPI Cot Girek, Munazir, mengatakan sudah sekian lama hingga bertahun-tahun kondisi jalan lintas Lhoksukon –Cot Girek memprihatinkan. Kondisi jalan penuh dengan lubang bak kubangan kerbau dan hampir di sepanjang jalan. Tak hanya itu, menurutnya juga tak sedikit kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena kondisi jalan rusak.

“Kita turut mengawal masyarakat dan mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera memperbaiki jalan Lhoksukon-Cot Girek yang kini kondisi semakin lama makin parah. Jalan tersebut padahal setiap harinya dilintasi oleh truk berbadan lebar dan CPO,” ujarnya saat ditemui Waspada Online di Lhoksukon, Senin (05/9).

Munazir Didampingi Ketua KNPI Lhoksukon, Muhammad Reza Fahlevi, menegaskan bahwa Pemerintan Aceh dalam hal ini jangan buta terhadap kondisi jalan yang sudah parah. Untuk besok, Selasa (06/9), pihaknya berencana akan melakukan audiensi dengan Bupati Aceh Utara menyangkut persoalan jalan.

“Pemerintah Aceh jangan buta, jangan hanya membutuhkan masyarakat di saat menjelang Pemilu saja. Kami ingin pihak terkait turun langsung dan perbaiki jalan tersebut. Besok kita juga akan audiensi dengan Bupati menyangkut hal ini,” tegasnya.

iklan

Hal yang sama juga diuraikan Muhammad Reza Fahlevi. Ia meminta pihak terkait turun langsung dan melihat kondisi jalan Lhoksukon-Cot Girek yang sudah parah dipenuhi banyak lubang sebelum masyarakat yang turun duluan.

“Jalan Lhoksukon-Cot Girek kondisinya kian parah, padahal banyak yang mengandalkan dari jalan itu untuk menopang ekonominya. Jalan tersebut juga termasuk salah satu penghubung ke Kecamatan Langkahan, maka untuk itu diharapkan pihak terkait harus turun sebelum masyarakat yang duluan turun,” sebut Reza yang juga pengusaha muda ternama asal Lhoksukon.

Selain berlubang, kondisi jalan juga penuh dengan debu. Hal ini menurutnya kerap dilintasi oleh truk berbadan lebar yang mengangkut material, seperti batu dan tanah.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan