Kapolri: IAH Punya Kontak Langsung ke Tokoh ISIS

Ilustrasi (WOL Photo)
MEDAN, WOL – Hingga saat ini, IAH (17) pelaku teror bom Gereja St Yosep Medan masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh Tim Datasemen Khusus (Densus) Anti Teror di Polresta Medan.
Namun, hingga saat ini aparat kepolisian belum juga memberikan keterangan hasil penyelidikan terhadap IAH.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, terkesan menutup-nutupi hasil pemeriksaan pelaku yang belum genap berusia 18 tahun itu.
Mardiaz hanya menuturkan, dari hasil penyelidikan IAH mengaku nekat melakukan aksi teror karena terinspirasi kejadian-kejadian di luar negeri. Bahkan, pelaku mengetahui cara merakit bahan peledak setelah membuka situs-situs dari internet.
“Untuk penanganan kasus teror bom sudah diambil oleh Tim Densus Anti Teror,” ungkapnya, Senin (5/9).
Terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa pelaku bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan, Ivan Armadi Hasugian (18) berhubungan langsung dengan Bahrun Naim, tokoh ISIS di Asia Tenggara.
“Ivan punya kontak langsung ke Bahrun Naim,” kata Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (5/9).
Dia mengatakan, peristiwa bom di Medan itu merupakan fenomena baru dalam gerakan terorisme karena merekrut pelaku bom dibawah umur 18 tahun, lalu diajari merakit bom dan melakukan operasi sendiri.
Tito menyebut operasi itu adalah ‘lone wolf’ namun melakukan kontak langsung dengan Bahrun Naim.
“Ini pola ‘lone wolf’, Ivan merupakan ‘self radicalisation’ tidak terkait jaringan apa pun namun punya kontak langsung dengan Bahrun Naim,” ujarnya.
Kapolri mengatakan, Bahrun Naim merupakan tokoh ISIS di Asia Tenggara yang terkait peristiwa bom di Mapolres Sulu, dan rencana teror pada akhir tahun 2015 namun berhasil digagalkan.
Sebelumnya, IAH diamankan di Gereja Stasi Santo Yosep, Jl Dr Mansyur Medan, pada Minggu (28/8) pagi.
Pemuda yang bulan Oktober nanti berusia 18 tahun ini diringkus jemaat saat menyerang pastor dengan pisau, IAH pun diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya.
IAH menyamar sebagai jemaat dengan duduk mengikuti misa sekitar pukul 08.00 WIB, lalu menyerang Pastor Albert Pandiangan (60) ketika hendak memberikan khutbah, korban mengalami luka ringan di bagian tangan karena tusukan pisau.
(wol/merdeka/data2)
Advertisement