Kapolresta Pertanyakan Hasil Survei IRC Kota Medan Tak Aman

(WOL Photo/M. Rizki)

MEDAN, WOL – Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mempertanyakan hasil survei Indonesia Research Center (IRC) yang mengungkapkan Kota Medan peringkat pertama sebagai daerah yang tidak aman.

“Dari mana mereka bisa menilainya kalau Kota Medan tak aman. Selain itu, apa indikatornya, apakah sudah dilakukan penelitian,” jelasnya kepada Waspada Online, Jumat (2/9).

Mardiaz mengungkapkan, saat ini Kota Medan keamanannya masih tetap terjaga kondusif. Walaupun masih ada aksi-aksi kejahatan yang dialami masyarakat.

“Kalau dilihat grafiknya di pertengahan tahun 2016 angka kejahatan menurun. Di mana pelaku-pelaku begal sudah banyak yang diamankan. Tetapi, kita tidak mempungkuri masih ada juga warga yang menjadi korban kejahatan,” ungkapnya.

Disebutkan, untuk memberikan pelayanan keamanan bagi masyarakat, Polresta Medan telah membentuk tim khusus berjaga di daerah rawan kejahatan.

Advertisement

“Kita dari Polresta Medan berkoordinasi dengan Polda Sumut meningkatkan patroli anti begal, premanisme. Selain itu, sudah dibuat call center untuk memudahkan warga melaporkan aksi kejahatan,” sambung Mardiaz.

Disinggung mengenai aksi teror bom di Gereja Stasi Santo Yosep, Mardiaz menambahkan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan internal terhadap semua rumah ibadah. Bahkan, diminta kepada pengurus rumah ibadah untuk mewajibkan memiliki petugas keamanan (satpam) dan juga CCTV.

Ditambahkan, teror bom bisa terjadi di mana saja bahkan negara-negara luar negeri juga kebobolan melakukan antisipasi. Tetapi yang harus disikapi jangan setelah aksi bom banyak pihak-pihak merekayasa dengan isu-isu politik dan sara. Sehingga nantinya akan membuat perpecahan.

“Pascaaksi teror bom, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut. Saat ini kondisinya sudah kembali kondusif,” pungkas Kapolresta.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN