Kapoldasu Ajak Pospera Bahas Kasus Kematian Andi Pangaribuan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Kapolda Sumut, Irjen Pol Raden Budi Winarso, mengajak anggota DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut untuk membahas kelanjutan kasus kematian Andi Pangaribuan, pekan depan. Kapolda berjanji akan menjadwalkan pertemuan tersebut secepatnya.

“Rabu depan kita ketemu ya. Saya akan panggil penyidiknya langsung untuk mengetahui duduk perkaranya,” tutur Kapolda saat bertemu anggota Pospera di Polda Sumut, Jumat (9/9).

Penasehat Pospera Sumut, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan kedatangannya bersama anggota Pospera ke Polda Sumut untuk menanyakan perkembangan kasus penyidikan kematian Andi Pangaribuan yang dianggap terlalu lamban perkembangannya. “Laporan kita mengenai kasus ini sudah hampir satu tahun lalu. Tapi sampai saat ini belum menemui titik terang,” ujarnya.

Sutrisno mengaku bingung melihat kinerja pihak kepolisian. Pasalnya, saat Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut telah menetapkan dua anggota oknum Polres Tobasa, menjadi tersangka, namun Bid Propam Polda Sumut menyatakan justru menyatakan tidak menemukan adanya kesalahan yang dilakukan keduanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Polda Sumut telah melakukan rekonstruksi dan turut dihadiri oleh saksi-saksi baik dari kepolisian maupun dari pihak korban. Rekontruksi juga dihadiri LPSK serta DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut dan tim kuasa hukum korban, Bernad Simaremare.

iklan

Ketua DPD Pospera Sumut, Liston Hutajulu, berkomitmen akan tetap mengawal kasus ini hingga tahap akhir yakni sampai pengadilan memutus perkara tersebut. Dia juga berharap penyidik tidak tebang pilih dalam mengawal kasus hukum.

“Kalau masyarakat kecil yang jadi tersangka langsung ditahan sedangkan penegak hukum yang sudah menghilangkan nyawa tak kunjung ditahan,” tututpnya.

Sementara itu, Benny Pangaribuan, Abang kandung Andi Pangaribuan, mengatakan hingga kematian adiknya, pihak Polres Tobasa, tidak menunjukkan ganja yang dituduhkan dikuasai oleh Andi Pangaribuan. Padahal sebelumnya polisi menuding Andi membawa paket ganja. “Bukannya bisa polisi itu bilang barang bukti ada ganja. Sampai sekarang tidak pernah polisi menunjukkan barang bukit ganja itu,” tukasnya.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan