DPRD Minta Poldasu Ambil Alih Kasus Tewasnya Andi Pangaribuan

(WOL Photo/Ridin)
Iklan

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, meminta proses penyelidikan kematian Andi Pangaribuan (31) warga Desa Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa di dalam sel Polres Tobasa sebaiknya ditangani di Polda Sumut.

“Ini tidak benar, objek perkaranya satu tetapi proses penanganannya dilakukan di dua tempat yang berbeda yakni Polres Tobasa dan Polda Sumut,” terangnya Jumat (16/9).

Menurutnya, Polda Sumut menangani adanya dugaan kekerasan yang dilakukan dua personil Polres Tobasa. Sedangkan di Polres Tobasa menangani proses kematian korban.

“Aneh kan? Objek perkaranya sama tetapi penangannya berbeda. Karena itu saya meminta ini disatukan di Polda Sumut saja. Jika ditangani Polres Tobasa bisa jadi kasus itu dihentikan,” tutur Sutrino.

Selain itu, sambung Sutrisno, perintah penangkapan itu datangnya dari Pimpinan Polres Tobasa kepada bawahannya. “Sudah pasti kasus ini akan dihentikan (Polres Tobasa). Karena pelakunya mereka dan penyidiknya juga mereka apa mungkin bisa independen?,” terangnya sembari meminta  Kapolda Sumut, Irjen Pol Raden Budi Winarso segera menarik berkas perkara itu dari Polres Tobasa.

iklan

“Saya harap, Kapolda menarik berkas perkaranya dari Polres Tobasa. Lebih baik kasus ini ditangani di Polda Sumut saja,” pungkas Sutrisno.

Sebelumnya, seorang tahanan Satuan Narkoba Polres Toba Samosir (Tobasa) ditemukan tewas dalam posisi leher terikat kain sekitar pukul 15.00 WIB, atau 18 jam setelah ditangkap dari Desa Sibidie, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa.

Korban yang diketahui bernama Andi Pangaribuan, 31, itu ditangkap pada pukul 21.00 WIB (sehari sebelum tewas) atas dugaan kepemilikan ganja. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan Petugas tidak menemukan ganja yang dimaksud.

Pihak keluarga korban tidak terima, kematian anggota keluarganya jasad korban sudah dikirim ke Rumah Sakit (RS) Siantar untuk di Autopsi. Dari keterangan pihak Kepolisian kepada keluarga korban, Andi  Pangaribuan tewas karena gantung diri menggunakan bajunya didalam sel tahanannya.

Namun faktanya lain, di sekujur tubuh korban ditemukan luka memar, akibat pukulan benda tumpul. Mulutnya mengeluarkan darah dan pada leher korban ditemukan luka tusuk dan luka gores.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan