Kapolresta Medan Tepis Isu Begal Sebar Teror Balas Dendam

Ilustrasi WOL

MEDAN, WOL – Beberapa hari belakangan ini, masyarakat Kota Medan semakin resah karena ada isu ‎keluarga begal atau geng motor akan melakukan tindakan balas dendam besar-besaran kepada masyarakat‎, yang disebar lewat media sosial (medsos).

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, meminta masyarakat jangan terlalu cepat mempercayai isu berantai yang tersebar di media sosial itu.

“Jangan terlalu cepat percaya isu di media sosial, sebab perlu dipertanyakan kebenarannya,” tegas Kapolresta, Selasa (20/9).

Dia‎ memastikan kabar tersebut hanya isu dan dipastikan palsu. Diharap masyarakat Medan tidak terpengaruh dengan adanya berita itu.

“Perlu diketahui, Polresta Medan telah membentuk Satgas Anti Begal yang bekerja 24 jam. Meski demikian, partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan seperti membentuk Pamswakarsa di lingkungan masing-masing. Kami (Polresta Medan-red) siap mengamankan Kota Medan,” tegas Mardiaz.

Advertisement

Sekedar diketahui, isu yang tersebar di media sosial itu menyebutkan‎ seolah-olah kerabat atau keluarga para begal akan melakukan balas dendam karena keluarga mereka banyak yang tertangkap bahkan ada yang sampai dibakar massa hidup-hidup.

“Kami para pembegal motor akan membalas dendam atas perlakuan masyarakat yang main bakar terhadap angota kami. Bahkan akan lebih kejam dan brutal di jalanan,” demikian isu tersebut beredar di medsos.

Selain itu mereka berjanji setiap ada pengendara sepeda motor pagi, malam atau dinihari akan dibacok dan dicincang.

Disebutkan, mulai Selasa (20/9) pukul 22.00 WIB, masyarakat dilarang beraktivitas keluar rumah sebab bakal ada teror dan balas dendam dari komplotan pembegal dan geng motor.

Guna membuat isu tersebut semakin panas, juga dikatakan salah satu polsek dilempari kertas bertuliskan “nyawa harus dibayar nyawa dan kami akan bertumbuh menjadi besar”.

‎Seolah-olah membenarkan isu ini, di bawahnya tertulis pesan singkat, seolah-olah dari Humas Mabes Polri yang meminta masyarakat jangan keluar malam untuk sementara waktu, jika tidak ada hal mendesak.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN