Aset SMPN 7 Medan Beralih ke Pihak Ketiga?

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Kabag Aset Pemko Medan, Agus Suriono, mengaku kalau aset SMPN 7 Medan sudah berpindah tangan ke pihak ketiga. Akan tetapi jika melihat fakta di lapangan, pernyataan tersebut berbanding terbalik. Sebab gedung lama SMP Negeri 7 sudah dirubuhkan dan saat ini tengah membangun gedung baru yang menggunakan anggaran APBD dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

WOL Photo
WOL Photo

Saat rapat dengan anggota DPRD Medan yang tergabung di Pansus pembahasan LPj Tahun Anggaran 2015 pada Rabu, (14/9) lalu, mantan staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan ini mengaku bahwa lahan SMP Negeri 7 Medan sudah lepas dan beralih ke pihak ketiga.

Tentu hal itu patut dipertanyakan, kenapa aset yang sudah lepas tetapi dilakukan rehab pembangunan gedung. Disinyalir ada oknum yang sengaja “bermain” memanfaatkan situasi sehingga gedung sekolah yang masih bagus dan status lahan sudah lepas malah direhab lagi.

Perlu diketahui, saat rapat pansus LPj, Agus mendapat sorotan dari kalangan DPRD Medan terkait masalah aset Pemko Medan yang terkesan ada pembiaran sehingga banyak yang lepas ke pihak ketiga.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi ke Dinas Perkim hari ini, Rabu (21/9),  Rawaluddin, mengaku pihaknya ada melaksanakan pembangunan di SMP Negeri 7 Medan.

iklan

Namun ketika ditanya soal berapa anggaran pembangunan, Rawaluddin menyarankan agar menghubungi Khairuddin Siregar selaku Kuasa Pengguna Angaran (KPA). Tapi ketika Khairuddin yang dihubungi sejumlah awak media lewat telepon selularnya mengaku sedang rapat sama Kadis. Pesan singkat yang dilayangkan pun tak berbalas.

Guna memperdalam informasi, awak media mencoba menghubungi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, Ramlan Tarigan. Mantan Ketua PGRI Kota Medan ini juga mengaku ada rehab. Namun tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. “Soal proses belajar mengajar tidak ada yang tergangu, tetap kita prioritaskan,” ujarnya.

Sementara soal IMB, Kabid Pengawasan Dinas TRTB, Indra Siregar, menyebutkan belum mengetahui dan mengaku tidak dapat memonitor seluruh bangunan yang tengah berdiri di seluruh Kota Medan. “Gak termonitor akulah itu, ada atau tidak ada izin,” jawabnya enteng.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan