Warga dan Polres Karo Berdamai

WOL Photo

KABANJAHE, WOL – Insiden antara warga Desa Lingga dengan Polres Karo dalam waktu dekat akan diselesaikan melalui Pur-pur Sage (damai secara adat). Hasil mufakat, rencananya korban terluka mendapat pengobatan dan korban meninggal mendapat kompensasi yang layak.

Demi menjaga kondusivitas, AKBP Pangasian Sitio SIK selaku Kapolres Karo mengatakan pihaknya akan memperkuat persatuan Tanah Karo Simalem. Dikatakan, konflik yang timbul harus diredam.

Penyembuhan luka akibat konflik disebabkan nafsu sesaat harus dilakukan. Solusi yang diambil sesuai adat dan norma di Karo. Hal ini dilakukan guna menghindari pecahnya konflik lebih besar dan berdampak pada kerugian.

Kedatangan Wakabaharkam Mabes Polri, staf Kapolri, DPD RI ke Desa Lingga dan melayat keluarga korban baru-baru ini menjadi salah satu sugesti agar konflik yang terjadi antara warga dan Polres Karo diselesaikan dengan jalan damai.

“Pur-pur Sage atau islah akan dilaksanakan pada 12 Agustus di Desa Lingga dengan menghadirkan unsur tokoh adat, tokoh masyarakat, Pemkab, DPRD serta  pihak yang bertikai. Ini sudah disetujui dari kedua bela pihak, baik Polres dan warga Lingga,” kata Sitio.

Advertisement

Sejauh ini, kata Kapolres Karo, tim Propam Mabes Polri dan Poldasu sudah memeriksa di Mapolres Karo. Di Mapolres, disebutkan ada sekitar 30 orang yang diperiksa, termasuk dirinya sendiri.

Menurut Sitio, upaya penanganan kericuhan sudah sesuai dengan prosedur. Dia juga menjamin setiap anggotanya sudah diberi arahan dan memahami metode penanganan kericuhan.     Mulai dari masa tenang, mulai anarkis sampai overmark (terdesak) untuk melakukan tindakan.

Wakil Bupati Karo, Cory S Sebayang, mengatakan konflik antara Polres Karo dan warga Desa Lingga harus tuntas melalui Pur-pur Sage.(wol/aa/waspada)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL