Wali Kota Medan: Kaji Ulang Full Day School!

Ilustrasi (WOL Photo/M. Rizki)

MEDAN, WOL – Soal kebijakan Kementerian Pendidikan yang akan menerapkan full day school (sekolah sehari penuh) mendapat komentar beragam dari berbagai kalangan, termasuk Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Dikatakan, penerapan sekolah seharian penuh perlu dikaji ulang. Hal ini disebabkan tidak semua daerah dapat menjalankan program yang bakal diluncurkan Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy, tersebut.

“Saya berharap jangan terburu-buru menerapkannya. Harus dikaji lebih jauh dampaknya kalau kebijakan ini tetap diterapkan,” ungkapnya kepada Waspada Online, Jumat (19/8).

Saat ini, Dewan Pendidikan Kota Medan tengah mengkaji ulang wacana tersebut. Eldin pun berharap ada keputusan bersama yang dibuat antara pemerintah daerah dengan Kementerian Pendidikan, sebelum menjadi sebuah Keputusan Menteri (Kepmen).

“Dewan Pendidikan Kota Medan akan mengkaji ulang wacana itu. Kita berharap ada ruang untuk duduk bersama membahas kebijakan,” pungkasnya.

Advertisement

Pada berita sebelumnya, Surianto SH yang juga Ketua Komisi B DPRD Medan menilai full day school belum dapat diterapkan di Kota Medan, khususnya sekolah negeri. Pasalnya, sekolah negeri belum didukung infrastruktur serta sarana prasarananya yang memadai.

Dijelaskan Butong (sapaan akrab Surianto, red), pola pendidikan di kota-kota besar di Indonesia tidak sama dengan di daerah. Politisi Gerindra Kota Medan ini mencontohkan pola kegiatan belajar mengajar di Medan Selatan, Barat, dan lainnya belum merata dengan kawasan Medan Utara.

“Kawasan Medan Utara selalu tertinggal dalam berbagai hal. Apalagi muncul kebijakan baru Menteri Pendidikan soal sekolah satu hari penuh ini. Belum bisa kebijakan itu diterapkan di sekolah-sekolah negeri. Karena fasilitas kita masih banyak yang kurang. Tapi kalau pak menteri menceritakan sekolah swasta, pasti bisa. Karena di sekolah swasta itu lengkap dengan fasilitas, sebab sesuai dengan uang sekolah yang dibebankan kepada siswanya,” ungkapnya kepada Waspada Online baru-baru ini. (wol/mrz/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL