Triwulan II 2016, Pertumbuhan Industri Manifaktur Naik 5,69 Persen

Foto: http://citraindonesia.com

MEDAN, WOL – Triwulan II 2016, industri manufaktur besar dan sedang di Sumut naik sekitar 5,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan penyumbang tertinggi pada logam dasar, karet, barang dari karet dan plastik serta bahan kimia dan barang dari bahan kimia.

Meski perekonomian melambat namun industri masih ada menunjukkan peningkatan yakni industri logam dasar sebesar 17,44 persen. Selain itu, karet, barang dari karet dan plastik sebesar 16,76 persen. Kenaikan didorong karena adanya permintaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono kepada Waspada Online, Senin (1/8).

“Dan secara lebih rinci dilihat dari year on year (YOY) industri lain yang juga mengalami kenaikan yaitu bahan kimia dan barang dari bahan kimia dari bahan kimia sebesar 15,70 persen, pengolahan tembakau sebeaar 15,64 persen, industri minuman sebesar 10,71 persen dan makanan 5,96 persen,” tuturnya.

Sementara industri yang mengalami penurunan pertumbuhan yaitu kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk funitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya sebesar 5,28 persen.

Advertisement

“Produk domestik bruto juga berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja baru yang akan berdampak pada semakin menurunnya angka pengangguran, oleh karena itu diharapkan pembangunan bidang industri manufaktur bisa dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan karena selain berkontribusi,” katanya.

Ekonom Sumut, Wahyu Ario, menilai pertumbuhan ini tertinggi dibandingkan nasional yang cuma 5,54 persen. Padahal biasanya pada periode awal pertumbuhan industri rendah karena permintaan dari pasar masih belum tinggi ditambah lagi belanja pemerintah belum terealisasi.

“Tapi tahun ini ada perbedaan dimana belanja pemerintah sudah dimulai pada semester I dan diharapkan terus berjalan baik pada semester II dan seterusnya,” tuturnya. (wol/eko)