Pospera Minta Poldasu Hukum Berat Pembunuh Andy Pangaribuan

Ketua Pospera Sumut, Liston Hutajulu saat berbincang dengan Kepala Operasional Polda Sumut, Kombes Rudi Hartono dan perwakilan SPKT Kompol Enjang. (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, WOL – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut, unjuk rasa dan meminta agar Polda Sumut menghukum pelaku pembunuh Andy Pangaribuan. Pembunuh Andy dianggap mencoreng wajah kepolisian karena dilakukan oleh dua oknum polisi.

Ketua Pospera Sumut, Liston Hutajulu, miminta agar Polda Sumut segera melakukan rekonstrusi pembunuhan Andy Pangaribuan, karena kematian Andy sangat mencurigakan, dimana terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa jam setelah penangkapan.

“Dalam kasus ini (terbunuhnya Andy) kami menganggap sangat banyak kecurigaan yang menimbulkan polemik dalam hati kami,” tuturnya saat berorasi di Polda Sumut, Jumat (12/8).

Liston meminta agar Polda Sumut bergerak cepat untuk mengungkap kasus tersebut, karena selama ini Polda terkesan diam dan acuh dalam menyikapi kasus tersebut.

“Tegakkan hukum seadil-adilnya,” katanya.

iklan

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Lumban Saro Kel Pintu Bosi Kec Laguboti, Tobasa ini dinyatakan tewas karena gantung diri kata Kapolres Tobasa, AKBP Jidin Siagian.

Namun pihak keluarga yang tidak percaya dengan pernyataan itu, kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan ini ke Polda Sumut yang ditangani oleh Subdit III/Jahtanras Dit Krimum Polda Sumut, sesuai dengan nomor laporan LP/1437/XIII/2015/SPKT II, tanggal 30 November 2015.

Usai menjalani serangkaian proses penyelidikan, penyidik akhirnya menetapkan dua tersangka atas kematian Andi Pangaribuan. Kedua anggota polisi ini diketahui bernama Linton Chandra Panjaitan dan juga Marco Panata Purba.

Kasubbid Penmas Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan kedua anggota polisi itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang pasti jika memang ini terbukti, tidak menutup kemungkinan akan mereka akan di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” tegas Nainggolan di ruang kerjanya.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan