Polisi Ditikam Pengedar Narkoba di Starban

Wartawan Senior, Joko S sedang melihat kaki kanan anggota Reskrim Polsek Pancurbatu, Bripka Zefri Hutabarat, kena luka tikam tersangka pengedar narkoba.(WOL. Photo/gacok)

MEDAN, WOL – Anggota Reskrim Polsek Pancurbatu bergumul dengan pengedar narkoba di Starban, Gang Murni, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.

Dalam peristiwa itu, Bripka Zefri Hutabarat (40) menderita tikaman senjata tajam di bawah lutut kaki kanan dan terpaksa menjalani perobatan medis di Klinik Pancurbatu.

Walaupun kaki berlumuran dari luka tikaman, mantan anggota Sabhara Polresta Medan ini, juga berhasil menangkap tersangka Magis alias Koci alias Muhammad Saleh (36) warga Jalan Tanjung Balai, Sri Gunting, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dan menyita barang bukti senjata tajam kuningan bentuk kris panjangnya 10 cm dan gagang pisau itu dibalut benang warna merah, 1butir pil ekstasi warna coklat dan 1 paket sabu.

Informasi Waspada Online di lapangan, Selasa (89/8) menyebutkan peristiwa itu terjadi Senin (7/8) pukul 09.30 Wib. Saat itu, korban Zefri penduduk Jalan HM Joni Medan, sedang melintas dan tiba-tiba warga memberikan informasi bahwa tersangka turunan India Tamil mengedarkan narkoba dan sudah meresahkan masyarakat.

Korban mengendarai mobil, tanpa membawa senjata api dan hanya membawa tongkat T (tongkat Sabhara), langsung menghampiri dan langsung menangkap tersangka.

Advertisement

Ketika dilakukan penggeledahan dari tangannya, diamankan kotak rokok berisikan pil ekstasi dan satu paket sabu. Sewaktu dilakukan penindakan dengan cara borgol (gari) di tangannya, tersangka melawan dan terjadi pergumulan. Akhirnya kaki korban ditikam tersangka.

Takut kabur, petugas mengayunkan tongkat T dan mengenai kepala tersangka dan berkat bantuan warga tersangka berhasil diamankan, kedua tangannya diikat pakai tali plastik.

Menghindari dari amukan massa, Zefri langsung membawa tersangka dengan barang bukti naik mobil menuju ke mako Polsek Pancurbatu.

Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu, Iptu Sehat Tarigan SH, menjelaskan pihaknya tetap memperoses kasus tersebut. Dan tersangka dikenakan pasal 112  ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 2 UU Darurat No 12 tahun 1951 acaman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun.(wol/gacok/data1)

Editor: SASTROY BANGUN