Poldasu Didesak Usut Korupsi Mantan Kadispenda Sumut

Ilustrasi

MEDAN, WOL – Pengamat Kebijakan dan Anggaran Provinsi Sumut, Elfenda Ananda, mendesak Polda Sumut untuk menyelidiki empat item proyek milik Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumut yang berindikasi merugikan keuangan negara tahun 2015 sebesar Rp2,5 miliar diduga melibatkan mantan Kadispenda Sumut, Rajali, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) semakin menguat.

“Berdasarkan sejumlah kasus, ada memang dari laporan masyarakat dan ada yang berdasarkan hasil audit BPK. Kalau dibilang dari laporan masyarakat, buktinya tidak pernah juga diketahui siapa pelapornya. Alasannya, menjaga keamanan informan dan sebagainya. Kemudian, penanganan kasus yang berdasarkan hasil audit BPK, misalnya masalah perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Langkat beberapa waktu lalu. Jadi, dari hasil audit itu juga sudah bisa dilakukannya penyelidikan,” ungka Elfenda Ananda kepada wartawan, Rabu (3/8).

Untuk memastikan indikasi kerugian negara di Dispenda itu, Elfenda menyarankan, agar dewan menyurati BPK untuk melakukan audit secara tuntas.

“Dewan sebagai pengawas, bisa meminta BPK untuk melakukan audit tuntas atas temuan-temuan itu. Polisi atau penegak hukum lain juga bisa melakukan itu, guna kepentingan penyelidikan,” sebutnya.

Diketahui, kasus yang diduga melibatkan Rajali yang sekarang menjabat Kadis Sosial Sumut bukan ini saja. Rajali juga pernah hilir mudik di Polda Sumut dan juga Kejati Sumut guna menjalani pemeriksaan dalam kaitan kasus korupsi Biro Umum Pemprovsu tahun 2010 dan 2010 saat dia masih menjabat Kabiro Umum Pemprovsu.

Advertisement

Dimana, dalam kasus ini, pegawai Biro Umum, Aminuddin dan Neman serta Asisten Pribadi (Aspri) mantan Gubsu Gatot Pujonugroho sudah divonis hakim PN Tipikor Medan.

Sementara, Rajali sampai sekarang masih terus melenggang adem ayem bergonta-ganti jabatan. Apakah berdasarkan fakta ini, Rajali sudah bisa disebut orang kuat yang kebal hukum seperti yang diutarakan anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan.