DPR Usul Keberangkatan Calhaj Via Negara Lain Dilegalkan

(WOL Photo/Ega Ibra)
Iklan
JAKARTA,WOL – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Evita Nursanty meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melegalkan pemberangkatan haji melalui negara lain. Sebab, kuota haji Indonesia sudah tidak sebanding dengan jumlah pendaftar.
“Kenapa enggak kita legalkan saja,” kata Evita pada rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8).
Jamaah haji yang berangkat melalui negara lain hanya perlu legalitas. Lagipula, kasus keberangkatan calon jamaah haji asal Indonesia melalui negara lain sudah lama terjadi. Selain melalui Filipina, kasus jamaah haji asal Indonesia yang berangkat melalaui Jepang juga sempat ditemukan.
“Kita tahu Jepang dapat kuota haji 400 yang dipakai hanya puluhan. WNI di Jepang memanfaatkan itu, mereka kemudian mendaftar. Ada banyak negara-negara lain juga,” imbuh politikus PDI Perjuangan ini.
Evita meminta Kemenlu membuat skema kerja sama dengan negara yang memiliki keberangkatan calon jamaah haji yang sedikit. Dengan cara itu, permasalahan keterbatasan kuota haji Indonesia dapat teratasi.
“Bikin satu hal yang melegalkan ini. Seperti Menlu bekerja sama dengan Menlu dari negara lain yang kuotanya banyak tapi keberangkatan jamaaah hajinya sedikit. Bagi pemerintah Saudi enggak ada ruginya, yang penting income-nya masuk,” kata Evita.
Seperti diketahui, 177 warga negara Indonesia ditangkap pihak imigrasi di Bandara Internasional Manila, Filipina. Mereka ditangkap karena menggunakan paspor Filipina untuk melaksanakan ibadah haji.
177 WNI itu dilarang terbang ke Arab Saudi pada Jumat 19 Agustus. Mereka diduga melakukan pelanggaran imigrasi. Insiden ini terungkap karena calon haji itu tidak bisa berbahasa ataupun memiliki dialek Filipina.
Otoritas Filipina melakukan proses verifikasi kepada 177 calon jamaah haji Indonesia. Setelah verifikasi rampung, mereka akan dibawa ke KBRI Manila.
(metrotvnews/data3)
Iklan