Dirjen Cipta Karya Dukung Penuh SPAM dan SPAL Tirtanadi di Medan dan Parapat-Ajibata

foto: istimewa
Iklan

MEDAN, WOL – Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU-PERA, Andreas Suhono menyatakan akan mendukung sepenuhnya upaya peningkatan pelayanan air minum yang dikelola oleh PDAM Tirtanadi untuk melayani masyarakat kota Medan sekitarnya melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah terencana sesuai Bisnis Plan PDAM Tirtanadi Tahun 2015-2019.

Hal ini disampaikan Andreas Suharso usai menerima kunjungan kerja Asisten Perkenomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Binsar Situmorang didampingi Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nst dan Wakil Ketua Tim PPAL PDAM Tirtanadi Lokot Parlindungan Siregar di Jakarta, Rabu (24/8).

“Selain itu dalam kaitan upaya peningkatan pelestarian lingkungan dan derajat kesehatan melalui pelayanan air limbah baik di Kota Medan maupun di Parapat-Ajibata, kami (Kemen PU-PR)n akan mendukung penuh upaya pemerintah Kabupaten/Kota yang berkomitmen untuk mensukseskan Program Nasional “100-0-100” yaitu Target Mencapai 100 persen Akses Pelayanan Air Minum, 0 persen Kawasan Permukiman Kumuh, 100 persen Akses Sanitasi Layak pada Tahun 2019,” tambah Andreas Suharso.

Andreas Suharso juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong dan memfasilitasi koordinasi yang baik agar pembangunan SPAM Regional Mebidang bisa secepatnya dilaksanakan.

“Porsi pendanaan dari APBN dapat disetujui asalkan share dari masing-masing daerah jelas dan dituangkan dalam MoU. Demikian juga sektor pelayanan air limbah khususnya di Kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” ujar Andreas Suharso.

iklan

Sebelumnya Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo memaparkan beberapa program peningkatan pelayanan air minum dan air limbah serta hambatan yang dihadapi, dan meminta dukungan/bantuan alokasi APBN untuk pembiayaannya.

SPAM Regional Mebidang akan memproduksi kebutuhan air minum sebesar 2.200 liter/detik yang akan dibangun dalam 2 tahap dengan investasi sebesar ± Rp. 600 Milyar.

Produksi Tahap Pertama adalah sebesar 1.100 liter/detik yang akan disalurkan ke Kota Medan sebesar 750 liter/detik, dan untuk Kabupaten Deliserdang sebesar 200 liter/detik, sedangkan Kota Binjai sebesar 150 liter/detik.

“Saat ini progress SPAM Regional Mebidang dimaksud sedang dalam tahap kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam satu Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Sedangkan DED dan AMDAL sudah selesai dikerjakan. Di sektor air limbah, saat ini atas inisiatif DPRD Kota Medan sedang dibahas Ranperda Kota Medan tentang SPAL yang akan segera disahkan dalam waktu dekat,” jelas Sutedi Raharjo.

Sedangkan Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution menambahkan, dukungan/bantuan APBN sangat dibutuhkan untuk mengembangkan SPAL yang ada di Kota Medan dan Parapat-Ajibata baik melalui pelayanan sistem terpusat maupun sistem setempat.

“Selain pengembangan jaringan perpipaan, kami berharap agar pembangunan IPLT di Kota Medan dapat direalisasikan pada TA-2017.

Sedangkan untuk mendukung pelayanan SPAL di Kota Parapat-Ajibata kami memohon bantuan pengadaan peralatan kendaraan air limbah melalui APBN Tahun 2017 berupa Mobil High Pressure Combi yang berfungsi sebagai Jetting Cleaner dan Vacuum untuk peralatan pembersih saluran perpipaan air limbah.

Peralatan yang kami usulkan adalah yang sesuai dengan kondisi medan dan kontur di Parapat-Ajibata,” kata Heri Batangari.

Di akhir pertemuan, Asisten Ekbang Pemprovsu Binsar Situmorang menyerahkan surat permohonan bantuan peralatan kendaraan air limbah yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Hasban Ritonga.(wol/rdn/data2)

Iklan