Posisi Sofyan Djalil Aman Karena Orang Dekat JK?

foto: reuters
Iklan

JAKARTA, WOL – Sofyan Djalil, sejak menjabat sebagai menteri di era Presiden Joko Widodo tak sekalipun lengser, meski sudah dua kali dirotasi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, tak lama kemudian menjabat sebagai Menteri Badan Perencanaan Nasional (Bapennas).

Tapi kini, ia dirotasi menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggantikan Ferry Mursyidan Baldan.

Pengamat Politik Tjipta Lesmana, menilai ada kejanggalan dari bertahannya Sofyan di kursi kementerian.

Pasalnya, dalam posisi sebelumnya Sofyan telah dianggap gagal dan layak dicopot. “Terus dianggap gagal, sekarang Agraria gantikan Mursyidan, kenapa bisa gitu? Harusnya kalau gagal ya dicopot dong,” kata Tjipta saat dihubungi, Kamis (28/7).

iklan

Dia mencontohkan menteri-menteri lain yang terkena reshuffle karena dianggap kinerjanya tidak maksimal seperti Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

“Misal, Lembong, Menteri Perdagangan dianggap gagal, kan dicopot. Kalo Sofyan Djalil udah tiga kali, jilid satu, dua dan tiga,” lanjut dia.

Menurutnya, dipertahankannya Sofyan tak lepas dari peran Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Ia memandang, kuatnya JK sebagai wakil, membuktikan tetapnya Sofyan berada di kursi menteri, padahal selayaknya Sofyan ikut dicopot, pada Rabu (28/7) kemarin.

“Hasil reshuffle ini menunjukan, kuatnya posisi Wakil Presiden JK. Jonan juga dicopot, ada tangan-tangan Pak JK. Kenapa Sofyan Djalil jalan terus. Kenapa demikian, Sofyan Djalil orang dekat JK,” kata dia.(inilah/data2)

Iklan