Pedagang Pasar Aksara Kembali Minta Kejelasan Pemko

WOL Photo/Muhammad Rizki

MEDAN, WOL – Puluhan pedagang Pasar Aksara, kembali lagi mendatangi gedung DPRD Medan meminta kejelasan atas nasib mereka pasca terbakarnya tempat berdagang, Senin (25/7).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan penolakan usulan PD Pasar yang hendak memindahkan mereka ke MMTC.

“Kami ingin tetap di Pasar Aksara, kami meminta Wali Kota membangun kembali Pasar Aksara. Kami tidak ingin berjualan di tempat lain,” ucap salah seorang saat unjuk rasa.

Lantaran tak mendapat respon dari pejabat Pemko Medan, para pedagang yang dimotori Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) kembali mendatangi Komisi C DPRD Medan dengan keluhan yang sama.

“Kami tidak akan beranjak dari Pasar Aksara. Jikapun tidak bisa, kami meminta pengembang yang akan membangun itu untuk menyediakan kios dan mengganti semua kerugian pedagang,” tutur salah seorang pedagang Aji Pimpin Lubis di ruang Komisi C.

Advertisement

Aji mengatakan, Pemko Medan harus segera membangun kembali Pasar Aksara. Selain itu mereka meminta agar diizinkan berjualan di parkiran Plaza Aksara.

Pedagang juga siap membangun Pasar Aksara dengan dana mereka masing-masing.

“Pasar Aksara harga mati. Kami siap membuat pernyataan jika bangunan roboh akan menjadi tanggung jawab masing-masing. Jika Pemko tak sanggup membangun, kami pedagang siap membangunnya,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, mengatakan dalam hal ini Pemko Medan tidak menghadiri undangan yang telah dilayangkan DPRD Medan.

“Persoalan ini perlu dibahas melibatkan PT Aksara Jaya Indah (AJI), Pemko Medan dan pedagang. Biar jelas duduk permasalahannya. Tapi sampai sekarang perusahaan tersebut tidak pernah penuhi undangan kita,” katanya.

Boydo mengatakan, jika pedagang ditempatkan sementara di MMTC, Pemko harus memberi jaminan tertulis jika selesai dibangun pedagang harus kembali ke Pasar Aksara.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Medan, Anton Panggabean, mengatakan, Pemko Medan harus berani membuat perjanjian tertulis itu dengan pedagang. Jika tidak, pedagang akan disetujui berjualan di badan jalan.

“Kalau sedang dibangun, tidak mungkin pedagang berada di sana. Jadi pedagang pindah saja ke MMTC, tapi dengan jaminan tertulis itu. MoU itu akan dilakukan di hadapan DPRD Medan,” jelasnya.

Anton juga berjanji akan memediasi pertemuan dengan Wali Kota Medan. Jika dalam waktu dua minggu tidak ada tanggapan Pemko Medan, pedagang dipersilakan berjualan di parkiran tersebut.

“Silakan saja berjualan di lokasi parkir tersebut, atau bahkan di badan jalan,” tegasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN