Napi Lhokseumawe Berusaha Kabur Saat Malam Takbiran

Waspada

LHOKSEUMAWE, WOL – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Lhokseumawe, Elly Yuzar, duel dengan napi yang berusaha kabur dari Lapas saat malam takbiran, Rabu (6/7) lalu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, pun mengerahkan personilnya menghalau para napi lain yang berusaha kabur memanjat tembok. Wartawan turut menyaksikan insiden Kalapas Lhokseumawe duel dengan napi yang berusaha kabur memanjat tembok penjara serta ikut mengagalkan satu napi yang berhasil melompat tembok.

Dari sejumlah napi yang berusaha kabur, dua di antaranya Yusran bin Zainal Abidin, hukuman 16 tahun dan Hafniruddin bin Hanafiah, hukuman seumur hidup. Keduanya napi pindahan dari lapas Langsa.

Peristiwa terjadi sekira pukul 20:30 WIB, saat wartawan bersama Sayed selaku Ketua Tim Pemantau Lembaga Permasyarakatan (TPLP) Wilayah Aceh-Sumatera bertamu ke rumah dinas Kalapas Lhokseumawe yang berdampingan dengan penjara.

Saat asyik mengobrol, tiba-tiba istri Kalapas dan anaknya dikejutkan suara di atas loteng, lalu memberitahukan kepada Kalapas di ruang tamu. Begitu melihat keluar, dua napi sudah melompat tembok penjara.

Advertisement

Karena tidak punya waktu memanggil bantuan, Kalapas langsung mengejar dan menerkam satu napi yang melompat tembok. Sedangkan satu napi lainnya dihadang oleh wartawan dibantu Sayed serta seorang warga sekitar Abdullah Khadafi, 19 tahun. Tak lama berselang, sejumlah anggota TNI Kodim 0103/Aceh Utara melumpuhkan kedua napi.

Beberapa napi yang berada di atas loteng masih nekad kabur. Akan tetapi, Kapolres Lhokseumawe langsung memberi respon. Begitu mendapat laporan, Kapolres langsung mengerahkan pasukannya mengamankan Lapas dengan napi mencapai 300 orang lebih.

Ketika itu, polisi datang membunyikan sirene pertanda bahaya. Pasukan polisi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKBP Yasir langung melakukan olah TKP dan memeriksa kedua napi, termasuk sejumlah saksi lainnya.

Dari dua napi itu polisi menemukan dua HP, gunting dan kain untuk turun dari tembok penjara. AKP Yasir memperkirakan para napi melakukan pelarian dengan meniru jejak kasus napi yang sebelumnya berhasil kabur, yakni Mahdi warga Kecamatan Jeunib (Bireuen) yang terjerat kasus senjata api ilegal.

Mahdi merupakan tahanan titipan Kejari Lhokseumawe, berhasil lolos dengan memanjat loteng yang terhubung dengan puncak tembok penjara. Pasca-kejadian itu, loteng dan tembok penjara tidak dilakukan perbaikan.(wol/aa/waspada/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL