Berkas 2 Polisi Tobasa Tewaskan Andi Pangaribuan Dilimpahkan

ilustrasi
Iklan

MEDAN, WOL – Penyidik Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut telah merampungkan pemeriksaan dan melengkapi dua oknum Polres Tobasa tersangka penganiayaan hingga tewas Andi Pangaribuan. Hal itu disebutkan Kasubdit III/Jahtanras AKBP Faisal F Napitupulu melalui Kanit Opsnal Kompol Anggoro Wicaksono kepada wartawan di Mapoldasu, Kamis (14/7).

Dikatakan, setelah berhasil melengkapi berkas dan menuntaskan penyidikan terhadap kedua tersangka, penyidik telah melimpahkan berkas tersebut ke pihak kejaksaan, untuk selanjutnya menunggu petunjuk kejaksaan apakah berkas tersebut lengkap atau tidak.

“Berkas kedua tersangka sudah dikirimkan ke sana, tinggal menunggu jawaban dari jaksa apakah berkas tersebut sudah lengkap atau belum,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait munculnya isu adanya upaya sejumlah oknum yang akan upayakan berkas keduanya tak akan pernah dinyatakan lengkap oleh jaksa, mantan Kapolsek Deli Tua itu menegaskan pihaknya telah melakukan penyidikan sesuai dengan prosedur dan yakin berkas tersebut akan lengkap.

“Intinya penyidikan sudah dilakukan sesuai prosedur. Berkas sudah dikirim dan hanya tinggal menunggu jawaban dari pihak kejaksaan,” sebutnya.

iklan

Diberitakan sebelumnya, Rabu (29/6), Kompol Anggoro Wicaksono berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihaknya, tersangka dikenakan Pasal 351 KUHPidana, terkait tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat. Dalam pasal itu, tambahnya, kedua tersangka LCP dan MP diancam hukuman penjara maksimal 5 tahun.

“Berkas kedua tersangka sudah lengkap dan akan dikirim ke jaksa dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dijelaskan, meskipun penyidik sudah memiliki hasil visum korban, kedua bintara Polri itu awalnya sempat membantah dan berdalih tidak melakukan penganiayaan terhadap korban. Menurut kedua tersangka, luka lebam yang dialami korban karena terjatuh saat ditangkap.

“Mereka sempat berdalih luka yang dialami korban karena jatuh saat ditangkap. Namun, kami terus melakukan penyelidikan dan mendapat keterangan salah seorang saksi yang menyebutkan korban dianiaya di Polsek Silaen sebelum diboyong ke Mapolres Tobasa,” ujarnya.

Diakui, penyelidikan yang dilakukan pihaknya terkait tindak penganiayaan terhadap korban, bukan penyelidikan kasus kematian Andi Pangaribuan. Disebutkan, kasus kematian Andi Pangaribuan ditangani di Polres Tobasa.

“Yang perlu ditegaskan, penyidik Poldasu hanya menangani kasus tindak penganiayaan terhadap korban, sementara penyelidikan kematian Andi Pangaribuan ditangani Polres Tobasa,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit III/Jahtanras AKBP Faisal F Napitulu mengatakan, penahanan tersangka tidak dilakukan karena keduanya dianggap tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, serta tidak mengulangi perbuatan serupa. Hal itu menimbang karena kedua tersangka merupakan personil Polri yang jelas bertugas di Polres Tobasa.(wol/data3)

Iklan