Juraidah: Pembunuh Anak Saya Harus Dihukum Mati

foto: Waspada

PERBAUNGAN, WOL – Juraida, wanita paruh baya itu tak kuasa menahan air mata. Tubuhnya lunglai seakan tak bertenaga ketika menyaksikan tiga pelaku memperagakan cara membunuh anaknya dengan sadis.

Ibu kandung korban Muhammad Safi’i Nainggolan alias Bungsu (25 tahun) asal Dusun III, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai, ini memang sengaja hadir di lokasi rekonstruksi kawasan Sungai Tontong, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Reka ulang itu digelar pada Selasa (21/6) kemarin dengan pengawalan ketat personel Polres Sergai. Duka mendalam masih terlihat jelas di raut wajah Juraidah. Dia sangat menyesalkan terjadinya kasus pembunuhan itu karena pelaku ingin menguasai barang berharga milik anaknya.

“Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Bungsu. Saya berharap agar pembunuh anak saya dihukum mati,” ujarnya.

Pembunuhan terhadap karyawan PT Aquafarm ini terjadi pada Minggu (22/5) malam oleh tiga pelaku, yakni RS (23 tahun) asal Kelurahan Tualang, ES (20 tahun) asal Desa Cilawan, Kecamatan Pantai Cermin, dan MY (16 tahun) asal Kecamatan Galang.

Advertisement

Dalam rekonstruksi terungkap para pelaku nekat melakukan pembunuhan karena ingin menguasai barang berharga milik korban berupa Honda Vario, dua handphone serta sejumlah uang. Pada Minggu (22/5) malam, RS menghubungi korban dan berjanji jumpa di lokasi eks MTQ Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Pegajahan, Sergai.

Setelah tiba di lokasi, RS datang dengan ES. Setelah itu, RS bersama korban mengendara sepeda motor miliknya menuju Perbaungan. ES kembali ke rumah RS di Lingkungan V, untuk menjemput MY sembari membawa potongan kayu, kunci F, dan pisau.

Di lokasi kejadian, tersangka ES dan MY telah menunggu kedatangan korban dan RS. Saat itu, RS dan ES sempat berkomunikasi melalui pesan singkat terkait aba-aba untuk melakukan pembunuhan.

Di atas tanggul sungai tersebut, korban dibunuh dengan cara dipukuli dan ditikam berulangkali di bagian dada dan leher. Setelah korban tewas, pelaku membawa kabur sepeda motornya, dua handphone, dan uang Rp380 ribu. Jasad korban dibawa ke aliran sungai berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pembunuhan.

Mayat korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di aliran sungai Tontong, Kelurahan Tualang pada Kamis (26/5). Kapolres Sergai, AKBP Eko Suprihanto, mengatakan proses rekonstruksi dipercepat karena ada penangguhan terhadap tersangka MY yang masih di bawah umur.(wol/aa/waspada/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL