JK Minta Gubernur Aceh Bawa Migran Sri Lanka ke Tempat Bagus

foto: merdeka
Iklan

JAKARTA, WOL – Pemerintah Aceh memberi izin 43 migran Tamil Sri Lanka berada pada penampungan sementara di Pulo Kapok, Lhoknga, Aceh Besar setelah menunggu 12 hari. Migran ini akan ditampung di gedung bekas kantor Imigrasi Aceh Utara di Desa Penteut, Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Aceh Utara.

Mereka dilepas langsung oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah di Pendopo didampingi istrinya Niazah A Hamid. Sebelum diberangkat dengan menggunakan bus, Zaini Abdullah menyerahkan bantuan berupa pakaian dan selimut secara simbolis kepada migran Tamil Sri Lanka.

Selain itu, Zaini bersama istrinya juga membagikan permen dan makanan ringan kepada anak-anak migran tersebut. Rombongan migran Tamil Sri Lanka ini dikawal oleh mobil polisi.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, Pemerintah Aceh sudah melaporkan perihal ini kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK). Wakil Presiden meminta kepadanya untuk membawa migran Tamil Sri Lanka ini ke tempat yang lebih bagus.

“Kita saudah laporkan pada Pak JK, arahan beliau meminta untuk membawa mereka ke tempat yang lebih bagus,” kata Zaini Abdullah usai melepaskan rombongan migran Sri Lanka di Pendopo.

iklan

Saat disinggung Pemerintah Aceh terkesan lambat melakukan penanganan migran Tamil Sri Lanka ini, Zaini membantahnya. Menurutnya, penanganan butuh ketelitian agar tidak salah langkah untuk menghasilkan solusi yang terbaik.

“Jadi kita tak mau mengambil resiko berangkatkan mereka dengan kapal seperti itu, karena ini menyangkut dengan nyawa manusia. Untuk apa lebih cepat kalau hasil tidak baik, keselamatan mereka yang lebih penting,” jelasnya.

Zaini berharap persoalan ini tidak berlangsung lama. Apa lagi Pemerintah Pusat akan segera mengirimkan Kedutaan Sri Lanka ke Aceh untuk proses tindak lanjut keberadaan mereka.

“Soal Keduataan Sri Lanka itu urusan Pemerintah Pusat. Tetapi Kedutaan Sri Lanka akan datang ke Aceh, tapi saya enggak tau kapan datang,” tutupnya.(merdeka/data1)

Iklan