Cavs Masuk Buku Sejarah

foto: AP

OAKLAND, WOL – Luar biasa! Setelah melalui 48 menit menegangkan di Game 7 NBA Final, Cleveland Cavaliers akhirnya mengungguli tuan rumah Golden State Warriors 93-89 untuk menang 4-3 di Oracle Arena, Senin (20/6).

Kemenangan tersebut memastikan gelar juara NBA pertama kali dalam sejarah Cavs. Hebatnya, mereka sukses membalikkan keadaan dalam kondisi tertinggal 1-3. Terakhir kali, Washington Bullets melakukannya pada 1978 silam.

Rekor apik juga dicatat Tyronn Lue. Suksesor David Blatt sebagai pelatih Cavs sejak 22 Januari itu merupakan pelatih termuda kedua sepanjang sejarah yang berhasil mengantarkan timnya menjadi juara.

Lue mengantarkan Cavs menjadi juara dalam usia 39 tahun 47 hari. Pelatih kelahiran 3 Mei 1977 itu hanya kalah muda dari Bill Russell (35 tahun 82 hari) saat mengantarkan Boston Celtics menjadi juara NBA 1969 sebagai pemain merangkap pelatih.

Cavs memulai laga dengan meyakinkan. Pada kuarter pertama, Cavs bermain lepas berbeda dengan Warriors yang nampak tegang karena bertekad mempertahankan gelarnya. Setelah tertinggal 42-49 memasuki kuarter ketiga, Cavs bangkit dan tampil bak kesetanan khususnya seorang LeBron James.

Advertisement

Sepanjang dua kuarter tersisa, LeBron ada di mana-mana. LeBron mencetak angka, melakukan blok, steal, rebound hingga assist ke Kyrie Irving cs. Warriors agak kewalahan dan mulai kehilangan akal untuk membendung LeBron.

Bagai de ja vu, LeBron lagi-lagi mematikan gerakan Stephen Curry. Di Game 6, King James memblok usaha Curry dan diulanginya lagi di Game 7. Hanya saja, Curry lebih terpukul karena terjadi di hadapan publik Warriors.

Tampil gemilang sepanjang seri final, LeBron pun terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) NBA Final 2016. Di Game 7, mantan jagoan Miami Heat itu mencetak 27 poin 10 rebound, dan 11 assist. Irving menambah 26 angka dan JR Smith 12 poin.

Dari Warriors, sang juara yang kehilangan gelar dipimpin oleh Draymond Green yang mendulang 32 angka 15 rebound. Duet Curry dan Klay Thompson kali ini tampil tidak seperti harapan, di mana Curry menoreh 17 poin dan Thompson 14 angka.

“Saya tidak tampil sebagaimana seharusnya. Saya agak tertahan dan sulit mengembangkan permainan. Saya kurang membantu tim dan berakibat hilangnya harapan mengulangi sukses tahun lalu. Selamat untuk LeBron dan Cavs!” puji Curry.

“Saya pulang ke Kota Cleveland hanya untuk satu tujuan, yakni membawa gelar juara. Saya sadar mampu melakukannya dengan tim ini dan syukurlah kami hanya tertunda satu tahun untuk mewujudkannya. Saya sudah penuhi janji tahun ini,” koar LeBron. (wol/aa/nba/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL