BBM Premium Dihapus 2019, Pertamina Belum Siap

WOL Photo/Ega Ibra

JAKARTA,WOL – Rencana pemerintah menghilangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) premium disambut PT Pertamina (Persero). Namun, yang menjadi pertimbangan, saat ini, adalah dampak yang ditimbulkan akibat penghapusan BBM itu.

Direktur Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja mengatakan ada dampak positif dan negatif bila benar BBM Premium lenyap di Tanah Air pada 2019. Positifnya, dengan dihilangkan premium akan membuat polusi udara berkurang. Negatifnya, infrastruktur Pertamina belum siap.

“Ada dua sisi positif dan negatifnya. Kalau Premium mulai tidak ada berarti kita dapat udara yang lebih bersih. Sisi yang harus dipertimbangkan, kilang-kilang pertamina sudah siap belum,” kata Wirat di Kantor Parlementer, Senyan, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Saat ini, Pertamina sedang memaksimalkan kilang BBM untuk mengolah BBM dengan standar euro 4. Wirat menjelaskan, saat ini roadmapnya sudah ada dan sedang berjalan.

“Kita memang menuju ke euro 4. Roadmapnya sudah ada. Kalau udah siap kan bagus banget,” ucap dia.

Advertisement

Seperti salah satunya adalah ide penghapusan BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 ini di DKI Jakarta, Wirat pernah menjelaskan dahulu faktor belum terwujudnya penghapusan itu karena angkutan umum masih menggunakan Premium yang mana Premium masih disubsidi. Tapi sekarang Premium sudah tidak disubsidi, jadi sudah tidak akan membebani masyarakat.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Achmad Bambang mengungkapkan tidak ada masalah dengan penghapusan BBM itu.

“Sebetulnya tidak masalah. Apalagi Jakarta udah menyediakan angkutan umum. Tinggal kewenangan Gubernur, nanti kita tinggal lihat Dirjen Migas menyetujui apa tidak,” tegas Achmad.

(mtn/data3)