Upah Buruh Indonesia kalah Jauh Dari Malaysia dan Thailand

WOL Photo
Iklan

JAKARTA , WOL– Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut upah buruh Indonesia belum layak. Terlebih jika dibandingkan negara ASEAN, upah rata-rata buruh Indonesia masih tertinggal.

Said menuturkan, Berdasarkan data ILO dalam bukunya tentang tren ketenagakerjaan di Indonesia tahun 2014-2015, jelas sekali upah di Indonesia masih rendah.

“Upah rata-rata buruh di Laos USD121 per bulan, Kamboja USD119 per bulan, Indonesia USD174 per bulan, Vietnam USD181 per bulan sudah di atas kita, sekarang layak enggak Indonesia kalau di bawah Vietnam?” katanya , Minggu (01/5/2016).

“Di Thailand USD357 per bulan, Filipina USD206 per bulan, Malaysia USD609 per bulan empat kali lipat upah rata-ratanya Indonesia, apakah layak? Tidak layak,” jelasnya.

Untuk itu, mengenai upah layak akan dijadikan salah satu tuntutan dalam May Day. adalah agar pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang penentuan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditentukan oleh inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ditambah juga menuntut untuk menaikkan UMP pada 2017 sebesar Rp650 ribu.

iklan

Kemudian, pihaknya meminta agar menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan kejahatan terhadap buruh. Tak lupa juga meminta agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kedua, kita minta ‘Stop Kriminalisasi Buruh-Stop PHK’,” imbuh dia.

(hls/data3)

Iklan