Jembatan Keropos, Minim Perhatian PU Provinsi

Waspada
Iklan

SIMPANG GAMBIR, WOL – Jembatan Pulo Padang di Kecamatan Lingga Bayu yang menghubungkan jalan provinsi dari Pulo Padang ke Batahan Madina, kondisinya kini sangat memprihatikan.

Pasalnya, lantai yang terbuat dari kayu sudah lapuk. Bahkan, bila dilintasi kendaraan bermotor, kayu tersebut sering patah sehingga lantai jembatan berlubang. Pantauan di lapangan, jembatan yang melintang di atas Aek Batang Natal tersebut, diperkirakan memiliki bentang sekitar 50 meter, dibangun sekitar seperempat abad yang silam, konstruksi lantai kayu.

Meski kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan, perhatian PU Provinsi terhadap jembatan ini sangat minim. Sudah sering terjadi kecelakaan. Terakhir, Jumat pekan lalu seorang pengendara terperosok dan nyaris jatuh ke sungai. Beruntung korban mendapat pertolongan dari masyarakat, sehingga selamat.

Setelah kecelakaan itu, warga langsung mengadakan gotong royong mengganti lantai jembatan yang lapuk  sehingga untuk sementara arus transportasi bisa lancar. Namun dapat dipastikan, daya tahan lantai tidak lama, karena kualitas kayu yang diperolah warga hanya seadanya.

Keberadaan jembatan ini sangat urgen, sebagai urat nadi ekonomi, untuk menghubungkan Kecamatan Batahan dan Kecamatan Sinunukan, yang memiliki potensi cukup besar sebagai penghasil sawit dan minyak sawit, hasil pertanian lainnya serta ikan.

iklan

Seorang tokoh masyarakat Awal Balak mengatakan sekitar tiga tahun silam masyarakat mendapat informasi jembatan ini akan diganti dengan yang permanen. Sebagai langkah ke arah itu, Pemda sudah mengganti rugi lahan warga, yang diperkirakan terkena proyek.

Hal ini dipertegas Ridwan, PNS di Pulo Padang. Katanya, lahan dia termasuk yang terkena proyek sehingga mendapat ganti rugi dari pemerintah. Namun rencana pembangunan jembatan baru tersebut hingga sekarang belum terealisasi.(wol/aa/waspada/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan