“Golkar tak Terbiasa Susah”

Ilustrasi/WOL Photo

JAKARTA, WOL – Munculnya syarat sumbangan uang Rp 1 miliar bagi para kandidat calon ketua umum Golkar dinilai tak lepas dari kondisi partai Golkar saat ini. Guru Besar Universitas Pertahanan, Salim Sahid menilai, kondisi Golkar saat ini tak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan Golkar sejak sebelum dan sesudah reformasi.

“Ga pernah susah Golkar itu. Saat reformasi, dimana Golkar biasa menggunakan uang dari yayasan Soeharto dan tiba-tiba distop, Golkar harus cari uang sendiri,” kata Salim dalam acara diskusi di kawasan Menteng Jakarta, Sabtu (7/5) malam.

Sejak saat itu, kata Salim, Golkar berubah dan bisa ditebak, siapa yang punya uang banyak masuk Golkar, sudah pasti berkuasa. “Pak Akbar Tjandung itu digulingkan oleh orang yang punya uang,” ungkapnya.

Namun ditegaskan Salim, diera Soeharto, Golkar tak pernah terpecah. Golkar solid dibawah kepemimpinan Soeharto. Beda dengan kondisi saat ini. Dimana saling sikut untuk berkuasa tampak jelas dalam dinamika politik di partai Golkar.

“Untuk mengerti Golkar sekarang, anda harus letakkan dalam persektif sejarah. Soal faksi di orde baru, ga ada faksi, semua ditentukan oleh pak Harto,” tandasnya.(inilah/data1)

Advertisement