Derita Penjaga Gawang Laskar FC Rumoh Rayeuk

Kondisi Mursalin saat ini menderita lumpuh dan luka di bagian punggungnya. (WOL Photo/Chairul Sya'ban)
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Tendangan sepak bola itu melayang dengan kuat dari arah sang lawan, tapi sang penjaga gawang Laskar FC Rumoh Rayeuk, Mursalin mampu menangkap bola itu dengan cepat, bola pun lengket di kedua tangannya.

Ia genggam dengan erat, matanya memberi kode kepada teman se-clubnya. Dan, tendangan pun darinya melayang dengan kuat.

Mursalin (Kiri) seragam kiper Laskar FC Rumoh Rayeuk memboyong piala sebelum ia jatuh sakit.(Ist)
Mursalin (Kiri) seragam kiper Laskar FC Rumoh Rayeuk memboyong piala sebelum ia jatuh sakit.(Ist)

Sontak para suporter meneriakkan “Gol” untuk Laskar FC Rumoh Rayeuk. Gol pertama berhasil ditembus gawang sang lawan. Teriakan “Gol” dari para suporter seakan tidak terhenti. Wajar saja, sebab Laskar FC Rumoh Rayeuk ini dikenal kuat terutama kepada sang penjaga gawang yang notabenenya sangat cerdik dan lincah dalam beragam lompatan untuk menangkap bola sang lawan.

Demikian itu semua merupakan kisah lama pada lima tahun silam. Sayang, kini kiper nan cerdik itu justeru melawan sakit lumpuhnya yang diderita sejak empat tahun yang lalu. Ditemui Waspada Online di rumah reotnya yang terletak di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Mursalin yang kini berusia 25 tahun itu hanya mampu terbaring lemah dengan posisi selalu terlungkup.

Kedua punggungnya mengalami luka yang sangat serius. Oleh sebab itu dari pinggang hingga ke ujung kaki ia tak mampu lagi menggerakkan salah satu bagian dari tubuhnya itu. Untuk sehari-seharinya ia diurus oleh sang kakak dan keponakan, Rahmadani (18).

iklan

Mursalin merupakan anak terakhir dari lima bersaudara dari pasangan suami istri Ibrahim dan Siti Hawa. Kedua orangtuanya sudah meninggal lima tahun silam, atau sebelum ia jatuh sakit. Tidak ada yang istimewa yang tersusun rapi dalam rumahnya itu selain sepenggal canda dan tawa dari dirinya. Setiap hujan turun, penjaga gawang Laskar FC Rumoh Rayeuk ini sedikit basah karena air hujan yang menetes dari atap rumahnya yang bocor.

“Sudah empat tahun sejak tahun 2012 saya terbaring lemah dengan posisi terlungkup seperti ini. Selama ini saya diurus oleh kakak dan keponakan. Saudara kandung saya yang lain kini menetap di Kota Banda Aceh yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Saya diurus keponakan hingga dibersihkan kotoran, karena saya tidak mampu berbuat banyak selain hanya terlungkup begini,” ucap Mursalin kepada Waspada Online di rumahnya, Selasa (17/5).

Didampingi anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Langkahan, Muhammad Ilyas S.Kep dan Tim Medis, Iskandar, pemuda kelahiran 1991 ini justeru tidak kelihatan putus asa dan itu diakuinya sendiri. “Untuk apa putus asa, santai aja,” ucapnya tertawa.

Para masyarakat khususnya teman-teman Laskar FC Rumoh Rayeuk tentu sangat berharap jika Mursalin dapat sembuh dan kembali normal seperti sebelumnya.

“Mursalin adalah sosok kiper yang ulet, lincah dan cerdik. Ia dipakai sebagai penjaga gawang karena lompatannya itu sangat cepat. Intinya kami sangat berharap Mursalin bisa sembuh,” harap tokoh pemuda setempat, Muhammad Daud (35).

Tidak lain yang diinginkan sang penjaga gawang tersebut, jika suatu saat ia sembuh maka ia akan melanjutkan cita-citanya untuk menjadi sang kiper yang handal dan terkenal bak kiper Nasional, bahkan Internasional. Pemuda ini juga tak jarang mendapat tawaran dari Kecamatan untuk diangkat sebagai kiper sepakbola tingkat Kecamatan.

Berkat dia, Laskar FC Rumoh Rayeuk yang berdiri sejak tahun 2011 telah mendapatkan dua piagam.

“Kami sudah mendapatkan dua piagam, saya ingin jadi kiper handal jika suatu saat nanti bisa sembuh dan bisa membangun rumah,” ucapnya dengan penuh harapan.

Nah, jika demikian apakah cita-cita Mursalin mampu tercapai? Maka untuk itu juga perlu dukungan dan bantuan dari Pihak Pemerintah Kabupaten setempat.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan